Margareta, salah satu pebinis yang menjual berbagai varian kue di Jalan Basuki Rahmat, di Kota Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Merintis bisnis kue dan mencari pangsa pasar bisa dibilang bukanlah hal mudah. Namun, berbeda yang ditunjukkan oleh Margareta yang mampu meraup omset keuntungan hingga jutaan rupiah dalam sebulan.

Margareta, salah satu pebinis di Kota Palu ini membuka usahanya tersebut sejak dari tahun 2019 lalu. Sementara untuk pemberian nama usaha yang dijalankan ialah Konter THAQUE. Begitu pula terlihat berbagai varian kue juga ditawarkan.

“Hampir tiga tahun kami membangun usaha ini. Disamping senang buat kue, dari pada tidak ada hasil, maka kami kembangkan menjadi sebuah bisnis. Kebetulan lokasi di Jalan Basuki Rahmat juga ramai pelanggan,” tuturnya.

Saat merintis bisnis kue, ia mengaku bahwa modal awal yang dikeluarkan sekitar Rp1 juta. Namun, dirinya mengungkapkan seiring berjalannya waktu omset penjualan kue naik dan bisa mencapai Rp5-6 jutaan per bulan.

“Ada 11 varian rasa dari kue kering dan kue basah kita tawarkan. Harganya juga tidak mahal hanya Rp3.000 per picis. Kebetulan kami menyediakan pemesanan bagi pelanggan yang menggelar kegiatan atau acara,” ungkapnya.

Dalam sehari kue yang dijualnya bisa laku berikisar antara 200 hingga 300_an picis. Usaha Konter THAQUE milik Margareta ini dibuka mulai Senin sampai Sabtu. Diungkapkan, paling banyak melakukan pesanan kue adalah dari instansi Pemerintah dan swasta.

“Mereka pesan banyak lebih dari 500 picis. Tapi, kalau acara kecil mereka pesan hanya 100 picis. Sejak pandemi, kami merasakan betul perubahan itu. Omzet drop, tapi kami langsung berinovasi untuk bisa terus bertahan,” ucapnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas