Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol. Didik Supranoto. (Foto: Dok. Polda Sulteng)
  • Penangkapan Mendapat Perlawanan, Satu Personil Tertembak di Kaki

Banggai, Metrosulawesi.id – Upaya menjaga laut Sulawesi Tengah dari perbuatan oknum nelayan penangkap ikan secara illegal (Destructif Fishing) ditunjukkan jajaran Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Sulteng,

Meskipin resiko untuk penegakkan hukum di lapangan itu pasti ada. Sebagaimana yang terjadi pada Rabu sore, 3 Agustus 2022, upaya penangkapan Polairud Polda Sulteng yang bertugas di Pos Banggai laut terhadap pelaku Destructif fishing mendapat perlawanan dari pelaku.

“Berawal dari adanya informasi masyrakat, Personil Ditpolairud Polda Sulteng telah menemukan dan melakukan pengejaran terhadap kapal nelayan penangkap ikan menggunakan bahan peledak di Laut perairan Pulau Tomba’ton  Kecamatan Bangkurung, Kabupaten  Banggai Laut (Balut),” jelas Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Didik Supranoto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 4 Agustus 2022.

Didik juga mengatakan, pengejaran dilakukan kurang lebih selama 1,5 jam, karena tidak kooperatif petugaspun sampai membuang tembakan peringatan sebanyak dua kali.

Akhirnya Kapal nelayan tanpa nama dengan mesin GT 10 dengan mesin Mitsubishi D16 6 Silinder itupun berhenti. 2 Petugas Polairud pun langsung naik ke kapal dan memerintah Anak Buah Kapal (ABK) berkumpul di dek belakang kapal.

Akan tetapi diketahui Nahkoda kapal inisial HE justru melakukan perlawanan dan sempat akan merampas senjata yang dipegang oleh personil Polairud, dengan terpaksa akhirnya dilakukan tindakan tegas terukur.

“Tindakan tegas terukur berakibat selain melukai pelaku HE juga melukai personil Ditpolairud yang mempertahankan senjatanya. Keduanya terkena tembakan di bagian betis kaki,” ujarnya.

“Keduanya segera diberikan pertolongan dan dievakuasi ke Rumah Sakit di Banggai Laut. 16 orang termasuk HE saat ini diamankan Ditpolairud Polda Sulteng untuk dilakukan penyidikan dalam perkara destructif fishing,” tambahnya.

Kombes Pol Didik Supranoto, menegaskan pihak Ditpolairud Polda Sulteng mengamankan barang bukti berupa Kapal tanpa nama GT10 Mesin Mitsubishi D 16 6 Silinder, 4 karung pupuk cantik, Bom Botol Bir 25 botol, 11 Bom Botol Jergen 5 liter, 4 Bom Botol Jergen 20 liter, 1 Kg pupuk dalam plastik dan masih banyak brang bukti lainnya untuk diproses dalam perkara destructif fishing.

“Ditpolairud Polda Sulteng akan terus menjaga laut Sulawesi Tengah dari para pelaku Destructif fishing, karena selain berbahaya juga dapat merusak ekosistem dan habitat sumber daya yang ada dilaut,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas