CEK SUNGAI - Menteri PUPR, Mochamad Basoeki, didampingi didampingi Gubenur Sulteng, Rusdi Mastura dan Bupati Parimo, Samsurizal Tombolotutu saat saat memantau proses normalisasi sungai di Desa Torue, Kecamatan Torue, Kabupaten Parimo, Sulteng, Selasa 2 Agustus 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Faiz M. Sengka)
  • Kementerian PUPR Bakal Bangun Cek Dam dan Perbaiki Tanggul

Parimo, Metrosulawesi.id – Pemerintah akan segera memperbaiki saluran irigasi yang rusak diterjang banjir bandang di desa Torue, Kecamatan Torue Kabupaten Parigi Moutong pada Kamis 28 Juli 2022 lalu.

Perbaikan saluran irigasi akan dikebut untuk menyelamatkan tanaman padi seluas 2.200 hektar agar tidak mengalami puso.

“Mudah-mudahan tiga hari ini bisa selesai, karena sawahnya sudah buah ke dua, jadi kalau ngga ada air, akan mengalami Puso,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki di sela-sela kunjunganya ke Desa Torue, Selasa 2 Agustus 2022.

Menteri Basoeki menjelaskan, saluran intake akan dibangun dua sisi kiri dan kanan untuk menyuplai air ke area sawah sebelah utara 800 hektare dan area selatan 1.200 hektare.

“Kita harus melaksanakannya secara cepat, semoga sawah ini bisa kita selamatkan,” tuturnya.

Basoeki mengatakan, akan memfokuskan penanganan pembangunan jaringan irigasi dan kerusakan areal persawahan pascabanjir menerjang daerah

“Kami memfokuskan penanganan pembangunan jaringan irigasi dan kerusakan areal persawahan agar petani kembali bisa mengembangkan pertanian pangan, hortikultura dan palawija,” katanya.

Dalam kunjungannya di lokasi banjir bandang, Menteri Basoeki didampingi Gubenur Sulteng, Rusdy Mastura dan Bupati Parigi Moutong, Samsurizal Tombolotutu, Basoeki mengecek beberapa titik luapan air.

“Saya datang berdasarkan perintah presiden untuk menangani kerusakan pasca bencana,” ungkapnya.

Usai melihat sejumlah titik luapan sungai dan bendungan Desa Torue, menurutnya luapan air bisa terjadi lagi karena tinggi samping kanan kiri sungai hampir sejajar sungai.

Menteri PUPR, Gubernur sepakat penanganan dampak bencana banjir bandang Torue dilakukan secara kolaborasi dan dilakukan secepatnya.

Pihak kementerian PUPR akan membangun cek dum tepat di bendungan Torue saat ini. Bendungan tersebut nantinya berfungsi memperlambat gerakan air dan berangsur-angsur mengurangi sendimen.

“Sepertinya sedimentasinya cukup tinggi sekali, sehingga pasti kita bikin cek dam di hulunya di sini,” ujarnya.

Bukan itu saja, Kementerian PUPR juga akan membangun kembali tanggul sungai yang jebol sepanjang 300 meter akibat banjir pada Kamis 28 Juli 2022 lalu, dengan tanggul Geobox.

“Ini akan kita bikin dengan Geobox yang biasa kita pakai seperti di Masamba, kemudian kita tutupi dengan pasir lagi, tanggul luarnya juga kita gunakan geobox,” sebutnya.

Proses pekerjaan menurutnya ditargetkan akan selesai dalam satu minggu termasuk dengan membuat alur normalisasi sungai.

Selain itu, kata menteri Basoeki, pihaknya juga akan membangun ulang tanggul pantai yang terletak di Dusun II sepanjang 500 meter untuk mencegah terjadinya abrasi.

“Saya sudah berkoordinasi dengan gubernur, kementerian akan menanggulangi perbaikan karena rumah yang terdampak akan ditangani oleh pemerintah provinsi,” pungkasnya.

“Saya kira ini kolaborasi pemerintah untuk menangani pasca banjir, insyaallah bisa kami tangani secepatnya,” imbuhnya.

Gubernur Rusdy menyampaikan terimakasih atas perhatian pemerintah pusat.

“Saya atas nama masyarakat sangat berterimakasih dan tadi atas perhatian Pak Menteri sudah akan menangani dengan baik dampak bencana yang terjadi,” kata gubernur.

“Saya minta kepada kepala BPBD, Kepala Dinas Permukiman agar membangun kembali rumah masyarakat yang hancur akibat banjir secepatnya,” tambah gubernur.

Sebelumnya, berdasarkan keterangan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), Parimo, Priatna Jaya, setidaknya seluas 700 hektare sawah yang terendam akibat banjir di Desa Torue.

“Selain merusak sawah, banjir bandang juga merusak jalan kantong produksi pertanian di Torue juga menyumbat saluran irigasi karena endapan material lumpur,” pungkasnya.

Sejak banjir bandang melanda pada Kamis pekan lalu, petani sawah sudah tidak mendapat suplai air, karena saluran irigasinya rusak.

“Air untuk sawah tidak lagi mengalir, irigasinya ditimbun pasir sama batu jadi tersumbat,” kata salah satu petani di Desa itu, Komang.

Menurutya, jika tidak segera dilakukan perbaikan, ditakutkan seluruh area sawah di desa itu akan gagal panen.

“Yang tadi lewat menteri yah? semoga saja cepat diperbaiki,” harapnya.

Reporter: Faiz M. Sengka
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas