Anggota DPD RI Dr Muhammad J Wartabone S.Sos, MSi, MHi saat melakukan sosialisasi Empat.Pilar Berbangsa dan Bernegara di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Sigi, Selasa, 2 Agustus 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Pataruddin)
  • Dr Muhammad J Wartabone DPD Asal Sulteng “Mengajar” Pancasila di Sekolah Sukma Bangsa

Ratusan anak siswa di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Sigi, Selasa 2 Agustus 2022 mendapat pencerahan soal Pancasila dari Senator (DPD RI) daerah pemilihan Sulawesi Tengah Dr Muhammad J Wartabone. Mereka pun antusias bertanya pada acara bertajuk sosialisasi empat pilar kebangsaan itu.

SEBENARNYA bukan cuma siswa dari Sekolah Sukma Bangsa saja yang hadir.

“Ada beberapa siswa dari sekolah tetangga juga ikut hadir pada acara ini,” kata Direktur Yayasan Sekolah Sukma Bangsa, Nurhayati MA saat diberi kesempatan menyampaikan kata sambutan pertama pada acara itu.

Pada kesempatan itu, Nurhayati menilai, sosialisasi empat pilar kebangsaan di sekolah itu sangat tepat. Sekolah Sukma Bangsa adalah sebuah sekolah yang menganut multi culture. Di sini semua anak-anak berasal dari berbagai suku dan agama. Semua memiliki hak yang sama dalam menimba ilmu di sekolah ini.

Nurhayati mengakui pada awal-awal sekolah ini berdiri, banyak yang menganggap sekolah ini adalah milik partai. Pernah pada suatu ketika kata Nurhayati, dia bertanya kepada salah satu guru yang ikut tes masuk sekolah ini.

“Saat itu saya tanya apa yang anda ketahui tentang sekolah ini? Guru itu menjawab bahwa sekolah ini adalah milik partai,” kata Nurhayati mengutip jawaban guru tersebut.

Anggapan guru itu kata Nurhayati sangat keliru.

“Sekolah ini tidak ada kaitannya dengan partai. Cuma kebetulan saja, pendirinya adalah orang partai Nasdem. Tetapi, sama sekali tidak ada hubungannya dengan partai,” kata Nurhayati.

Di Sekolah Sukma Bangsa kata Nurhayati, mengajarkan tentang bagaimana hidup berbangsa dan bernegara. Anak-anak diajarkan tentang Pancasila. Karena itu katanya, dia mengaku sangat bersyukur bisa diajak bekerjasama untuk sosialisasi empat pilar kebangsaan.

Sekolah Sukma Bangsa di Sigi saat ini memiliki seratusan lebih siswa. Mereka berasal dari latar belakang yang beragam. Ada yang beragama Islam dan ada pula yang Nasrani.

“Saat ini fasilitas rumah ibadah berupa masjid sumbangan dari Pak Surya Paloh sedang dalam proses pembangunan. Kedepan juga akan kita bangun rumah ibadah lainnya seperti gereja. Saat ini kami masih mencari donaturnya,” kata Nurhayati.

Sekolah Sukmah Bangsa adalah sekolah keempat yang dibangun Yayasan Grup Media Indonesia. Sekolah ini dibangun setahun pascabencana pada 2018 lalu. Semua siswa di sekolah ini diasramakan di lingkungan sekolah. Pakaian, makan dan minumnya sepenuhnya ditanggung yayasan.

Dr Muhammad J Wartabone yang memberikan materi empat pilar kebangsaan mengaku bangga dengan Sekolah Sukma Bangsa. Dia pun berharap agar anak-anak mengeyam pendidikan di sekolah itu memanfaatkan kesempatan itu dengan baik.

Di bagian lain, Wartawabone yang akrab disapa Buya itu mendorong pendidikan Pancasila kembali dimasukkan dalam kurikulum secara formal di dunia pendidikan.

Hal dikatakan Wartabone usai memberikan sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Sekolah Sukma Bangsa, Kabupaten Sigi, Selasa, 2 Agustus 2022.

Menurutnya, pendidikan Pancasila yang dulu diajarkan di sekolah-sekolah sudah seharusnya kembali diajarkan. Ini penting agar dapat menanamkan rasa nasionalisme dan kebangsaan sejak dini.

“Secara pribadi saya ingin tetap berjuang. Bahkan sudah ada komitmen sekarang baik DPR RI maupun Kementerian Pendidikan itu akan mengembalikan nilai-nilai Pancasila ini mulai dari pendidikan dasar. Karena kalau kita pahami tentang Pancasila ini, Pancasila ini bersumber dari semua ajaran agama yang ada di negeri kita ini. Maka itulah sebabnya harus kembali lagi di dunia pendidikan secara formal,” kata Wartabone.

Saat mengisi sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara, Wartabone mengaku senang karena di sekolah berasrama tersebut terdiri dari pelajar berbagai etnis maupun agama. Di sini sudah mengajarkan kebhinekaan. Tinggal diisi lagi dengan pemahaman bernegara dan beragama.

Sosialisasi diikuti pelajar SMP/SMA Sekolah Sukma Banga dan beberapa sekolah di Kecamatan Dolo.

Reporter: Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas