LANTIK PJ SEKDAPROV - Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura saat melantik dan mengambil sumpah jabatan kepada Rudi Dewanto sebagai Penjabat Sekdaprov Sulteng, di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng, Senin 1 Agustus 2022. (Foto: Adpim)
  • Rudi Dewanto Dilantik Jadi Penjabat Sekdaprov Sulteng

Palu, Metrosulawesi.id – Pemprov Sulteng memulai tahapan seleksi terbuka untuk jabatan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sulteng, menyusul dilantiknya Rudi Dewanto sebagai Penjabat (Pj) Sekdaprov Sulteng, Senin 1 Agustus 2022.

Pelantikan dilakukan oleh GubernurSulteng H Rusdy Mastura di Ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng. Rudi Dewanto dilantik berdasarkan SK Mendagri Nomor 821/4354/SJ tanggal 27 Juli 2022 hal persetujuan Penunjukan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah.

Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada Rudi Dewanto yang dilantik sebagai Pj Sekdaprov Sulteng. Gubernur mengatakan salah satu tugas terdekat Rudi saat ini ialah mengawal pelaksanaan tahapan seleksi Jabatan Tinggi Madya Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, yang telah dibuka mulai 1 Agustus 2022.

Sekadar diketahui jabatan Sekdaprov Sulteng telah kosong hampir 2 tahun. Selama itu hanya diisi oleh Penjabat (Pj) dan Pelaksana Tugas (Plt).

Gubernur berharap seleksi jabatan Sekdaprov Sulteng dapat berjalan dengan akuntabel dan transparan, guna mendapatkan figur birokrat terbaik.

Dengan dilantik sebagai Pj Sekdaprov, menurut Gubernur, menjadi momentum bagi Rudi Dewanto untuk bekerja lebih produktif, khususnya dalam rangka memantapkan koordinasi dan komunikasi dengan jajaran OPD dan stakeholder pembangunan dan pemerintahan sampai dengan dilantiknya sekretaris daerah provinsi yang definitif.

Gubernur menyampaikan bahwa Pj Sekdaprov mempunyai tugas-tugas strategis yang di antaranya menerjemahkan konsep dan gagasan, pemikiran kepala daerah untuk dituangkan ke dalam program kebijakan “Gerak Cepat Menuju Sulawesi Tengah yang Lebih Sejahtera dan Lebih Maju”.

“Apabila kepala daerah diumpamakan sebagai otak, maka saudara merupakan jantungnya,” kata Gubernur.

“Kalau jantung berdenyut cepat, maka dipastikan aktivitas organ-organ yang lain, yaitu seluruh OPD dan ASN, akan meningkat pesat. Sehingga kinerjanya berjalan optimal dan memuaskan. Akan tetapi jika denyut jantung pelan dan lambat, maka pertanda organ-organnya sedang istirahat, sehingga kinerja OPD dan ASN dapat disimpulkan biasa-biasa saja, atau bahkan kurang memuaskan,” lanjutnya.

Gubernur menaruh harapan kepada Pj Sekdaprov yang baru dapat menjadi teladan, menciptakan inovasi dan mendorong ekosistem kerja yang produktif di seluruh OPD, dan ASN.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas