Kepala Kejari Parimo, Muhamad Fahrorozi, saat wawancara dengan sejumlah wartawan di kantornya. (Foto: Dok. Metrosulawesi)
  • Kejari Parimo: Berkasnya Belum Lengkap

Parimo, Metrosulawesi.id – Berkas perkara kasus penembakan Erfaldi di Desa Tada Kecamatan Tinombo Selatan oleh oknum polisi Bripka H, masih bolak balik di Kejaksaan Negeri Pargi Moutong (Parimo). Jaksa terpaksa harus mengembalikan kedua kalinya karena dianggap belum lengkap.

“Kami saat ini masih menunggu berkas perkara yang kami kembalikan. Sebelumnya kami kembalikan juga, karena berkasnya belum lengkap,” ujar Kepala Kejari Parimo, Muhamad Fahrorozi, Kamis 28 Juli 2022.

Ia mengungkapkan, pasal yang disangkakan terhadap H, ialah pasal 338 dan pasal tentang kelalaian, sehingga masih ada unsur-unsur tindak pidana yang belum terpenuhi.

“Riskan sekali apa bila kita langsung menaikkan perkara ke-P21 dan dibawa ke persidangan, kami khawatir perkara ini gagal penuntutan hingga membebaskan tersangka, akibatnya keinginan keluarga korban tidak dapat dipenuhi,” terangnya.

Muhamad menjelaskan, penanganan perkara tersebut dimulai sejak mulai Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) hingga kemudian penyerahan berkas perkara ke pihak Kejari Parimo.

Berdasarkan tenggang waktu sesuai SOP, pihak Kejari Parimo sudah mengambil sikap dalam waktu tujuh hari setelah berkas diserahkan.

“Kami sudah melakukan sikap, apakah P18 atau P21, ternyata setelah kami mempelajari berkas perkara selama 7 hari itu, sikap kami ialah perkara ini P18, karena penyidikan dari pihak kepolisian masih banyak kekurangan,” ungkapnya.

Sehingga kata dia, dalam waktu 18 hari pihak Kejari Parimo memberikan petunjuk untuk melengkapi berkas perkara tersebut.

“Kami juga sempat bersurat ke teman-teman penyidik dalam hal penanganan berkas perkaranya pada waktu itu, dan telah diserahkan lagi ke pihak kejaksaan,” jelasnya.

Setelah meneliti dan mempelajari kembali berkas perkara tersebut dan dikaitkan dengan petunjuk sebelumnya, Kejari Parimo memanggil penyidik kepolisian karena masih ada beberapa pentunjuk yang belum terpenuhi. Namun pihak penyidik Polda Sulteng masih berhalangan karena bertepatan saat perayaan HUT Polri.

“Namun penyidik tetap hadir diwakili penyidik dari Polres Parimo, karena mereka juga masuk dalam tim penyidik,” terangnya.

Muhamat mengaku pihaknya sudah melakukan koordinasi agar petujuk yang belum terpenuhi, segera dilengkapi agar status penanganan perkara dapat ditingkatkan. Bahkan, Kejari Parimo memberikan masukan terkait langkah-langkah apa saja yang dilakukan untuk memenuhi pentunjuk kelengkapan berkas perkara tersebut. Namun hingga saat ini, berkas perkara tersebut belum juga dikembalikan lagi ke kejaksaan.

“Jadi kalau istilahnya penanganan perkara ini terkesan lamban, saya sampaikan bahwa kami bekerja sesuai dengan SOP yang ada,” tegasnya.

“Kami berupaya untuk memaksimalkan penuntutan dan pembuktian untuk dibawa ke persidangan,” imbuhnya.

Sebelumnya, keluarga Erfaldi mendatangi kediaman Gubernur Sulteng Rusdi Mastura di kediamannya, Jalan Mohamad Yamin, di Palu, Rabu 27 Juli 2022. Rosmawati di hadapan Gubernur Rusdi Mastura meminta dukungan atas proses hukum yang sedang dihadapi.

Gubernur Sulteng Rusdi Mastura mendukung langkah hukum yang diambil keluarga Erfaldi, korban penembakan pada demonstrasi di Desa Katulistiwa 13 Februari 2022 silam. Di hadapan Gubernur, keluarga korban melaporkan perkembangan terakhir kasus tersebut. Kasusnya masih P-19. Masih harus ada perbaikan berkas sehingga dokumen dikembalikan lagi ke Polres Parimo.

Di hadapan Gubernur keluarga korban mengkhawatirkan kasus ini akan mengendap jika tidak ada dorongan dari banyak pihak untuk menuntaskan kasusnya. Rosmawati bersama putrinya, Ervina didampingi Sekjend SKP HAM, Nurlela Lamasitudju SH MH, AJI Palu dan psikolog dan pengacara Adi Prianto SH.

Seperti diketahui, Erfaldi meninggal dunia pascapembubaran aksi demo pemblokadean jalan oleh massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Tani (Arti) oleh personel Polres Parigi Moutong pada 12 Februari 2022 di Jalan Trans Sulawesi, Desa Sinei, Kecamatan Tinombo Selatan. Saat itu, korban meninggal di tempat dengan luka tembak di bagian belakang tembus ke dada.

Reporter: Faiz M. Sengka
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas