Kepala Perwakilan Kemenkeu di Sulteng, Irfa Ampri. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Program Pengungkapan Pajak Sukarela (PPS) yang dicanangkan Kementerian Keuangan Republik Indonesia memberikan sumbangsih pajak di Sulawesi Tengah Rp223,15 miliar.

Kepala Perwakilan Kemenkeu di Sulteng, Irfa Ampri mengatakan bahwa program ini ditutup pada 30 Juni 2022 lalu. Dimana telah berhasil diikuti sebanyak kurang lebih 2.110 wajib pajak (WP) di Provinsi Sulawesi Tengah.

“30 Juni 2022 tercatat jumlah WP yang mengikuti program PPS sebanyak 2.110 dengan nilai harta bersih sebesar Rp2,376 triliun. Dan memberikan PPh sebesar Rp233,15 milliar pada penerimaan di Sulteng,” katanya.

Sementara itu, Irfa juga menjabarkan untuk jumlah realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Semester I 2022 telah mencapai sekitar Rp2,86 triliun dari target APBN 2022 di Provinsi Sulawesi Tengah

“Pajak Penghasilan (PPh) non migas menjadi jenis pajak dengan penerimaan tertinggi dibandingkan dengan jenis pajak lainnya dengan tingkat penerimaan sebesar 65,89 persen dari seluruh penerimaan pajak di Sulteng,” katanya.

Kata dia, jika dirunut berdasarkan sektornya, penerimaan bruto di Sulteng didominasi sektor industri pengolahan sebesar Rp1,25 triliun atau berkontribusi sebesar 42,66 persen dan sektor perdagangan besar dan eceran sebesar  Rp673,8 miliar atau 22,94 persen dari total penerimaan bruto.

”Meningkatnya pertumbuhan PPh di regional Sulteng sebagai kosekuensi membaiknya kondisi perekonomian nasional dan regional. Penerimaan pajak penghasilan Juni merupakan yang tertinggi sepanjang semester I 2022,” ungkapnya.

Menurutnya, kinerja baik penerimaan pajak tidak terlepas dari tren peningkatan harga komoditas serta membaiknya perekonomian domestik dan global. Selain itu, kinerja penerimaan pajak juga dipengaruhi oleh penurunan restitusi, implementasi kenaikan tarif PPN menjadi 11 persen serta program PPS.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas