dr Taufan Karwur, M.Kes. (Foto: Metrosulawesi/ Saiful Sulayapi)
  • Program Nusantara Sehat

Poso, Metrosulawesi.id – Puluhan tenaga medis program Nusantara Sehat yang ditempatkan Kementerian Kesehatan di Kabupaten Poso belum menerima insentif dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.

Padahal tenaga medis ini dengan sukarela ditempatkan di daerah-daerah yang masuk dalam kategori Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T) di Indonesia.

Informasi dihimpun awak media dari tempat tugas para medis yang tergabung dalam program Nusantara Sehat yang bertugas di Kecamatan Lore bersaudara,  sebanyak 14 orang hingga kini belum mendapatkan insentif dari Pemkab Poso. Bahkan insentif  sudah hampir setahun mereka tidak menerimanya.

Salah satu  tim medis yang masuk dalam program Nusantara Sehat sebut saja  IS, kepada Metrosulawesi, Sabtu 25 Juni 2022 saat berada di kecamatan Lore Utara saat ditanya mengakui belum menerima insentif dari Pemkab Poso. Meskipun, kata dia sudah beberapa kali diberikan harapan oleh pihak Puskesmas setempat. 

“Harus dipahami dalam situasi pandemi Covid-19 lalu dan sekarang masih terus bertahan,  seluruh elemen masyarakat menghadapi kondisi sulit dan sama dengan para tenaga medis yang sebenarnya adalah garda terdepan dalam mempercepat penanganan wabah di setiap wilayah tugas mereka, sehingga insentif yang seharusnya tuntas, malah justru sebaliknya tertahan,” katanya.

Dia menambahkan, para tenaga medis ini cenderung untuk memilih daerah-daerah yang aksesnya lebih mudah. Namun kalau ada yang bersedia ditempatkan di Kabupaten Poso yang sulit dalam akses transportasi, maka pemkab setempat harus memperhatikan hak-hak tenaga medis.

“Menurut aturan yang berlaku, gaji pokok dibayarkan Kemenkes, namun untuk insentif menjadi kewajiban Pemkab. Sebab saat kami  ditugaskan di daerah, sudah ada kesepakatan sebelumnya,” katanya.

Terkait hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Poso dr Taupan Karwur, dikonfirmasi Metrosulawesi membenarkan kalau puluhan tenaga medis dari program Nusantara Sehat belum menerima insentif, namun akan diupayakan secepatnya di bayarkan.

“Memang ada 14 tenaga medis Nusantara Sehat yang bertugas di Poso, hingga kini belum menerima insentif, namun diupayakan dalam waktu secepatnya akan tuntaskan,” ungkap Taupan.

Ditanya berapa besar dana yang harus dibayarkan khusus bagi mereka tenaga medis Nusantara Sehat ini dikatakan Taupan, angka pastinya ada di Badan Keuangan dan Asset Daerah ( BKUD) Poso khusus bagi 14 tenaga medis Nusantara Sehat.

Sebagai informasi, para tenaga medis dari program Nusantara Sehat ini disebar pada sejumlah puskesmas yang ada di Kabupaten Poso terutama daerah tertinggal. Mereka bertugas memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat, sebab akses untuk menjangkau wilayah itu sulit dan minim transportasi. Program ini dirancang untuk mendukung pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Tujuannya menciptakan masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan.

Reporter: Saiful Sulayapi
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas