BERI SAMBUTAN - Ninik Rahayu saat memberi sambutan pada kegiatan Uji Kompetensi Wartawan di salah satu Hotel di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 25 Juni 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)
  • Pesan Dewan Pers kepada Wartawan

Palu, Metrosulawesi.id – Insan pers sebagai salah satu pilar pengawasan penyelenggara Demokrasi diminta tak sewenang-wenang dalam mengangkat isu pemberitaan. Tak hanya profesional, Jurnalis juga dituntut untuk memiliki etika sebagai insan pers yang menjunjung tinggi asas kebenaran dan keadilan.

Hal demikian diungkapkan oleh Ninik Rahayu, Anggota Dewan Pers Ketua Komisi Penelitian dan Ratifikasi Pers saat membuka secara resmi uji kompetensi wartawan di salah satu hotel Kota Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu 25 Juni 2022.

Ninik bilang, meski pers dalam undang-undang dibenarkan mengungkap suatu fakta apapun, hal itu lantas tidak membuat insan Jurnalis bekerja tidak berlandaskan dengan etika.

“Jurnalis haruslah mengangkat pemberitaan bernilai etika, tidak memicu konflik sosial, merendahkan martabat manusia, termasuk sampai merendahkan aparat. Itu tidak boleh. Jangan mentang-mentang jurnalis, kata orang Surabaya Sakep Enake Dewe, jadi seenaknya. Jadi tetap bertanggung jawab berdedikasi memedomani etika jurnalistik,” kata Ninik.

Menurut Ninik, UKW hanya jadi salah satu persyaratan sebagai Jurnalis agar disebut profesional. Itu belum bisa jadi penentu bisa memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam pemberitaan. Inilah, kata dia, yang akan turut diuji pada UKW dengan harapan melahirkan insan Jurnalis berkompeten bernilai etika mampu menyuarakan apa yang tidak bisa disampaikan oleh masyarakat.

“Hak untuk wujud memerdekakan pers, wajib untuk dikawal untuk kita semua termasuk melahirkan jurnalis yang berkompeten,” ajak Ninik.

Diketahui, UKW kali ini diinisiasi oleh Dewan Pers bekerja sama dengan Tempo Media Institute, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Sedikitnya 47 wartawan di daerah setempat akan mengikuti ujian kompetensi baik jenjang Muda, Madya dan Utama mulai tanggal 25-26 Juni 2022.

Di kesempatan yang sama, Budi Santoso, salah satu penguji dari lembaga AJI menuturkan, uji bagi kompetensi wartawan telah berkembang dan kini bisa dilaksanakan secara hibrid. Hal ini, menurut dia, juga sebagai upaya menghemat biaya dan tetap dengan menggunakan aturan yang ketat.

“Pada penerapannya AJI menguji tetap berbasis etik dan hukum, biar bagaimanapun standar etika tetap digunakan,” katanya.

Reporter: Addi Pranata
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas