WISUDA - Salah seorang siswa PAUD Tahfidzul Quran Otak Kanan Palu, saat diwisuda oleh kepsek dan gurunya, di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Palu, Sabtu, 25 Juni 2022. (Foto: Ist)
  • Wisuda PUAD Tahfidzul Quran Otak Kanan Palu

Palu, Metrosulawesi.id – PAUD Tahfidzul Quran Otak Kanan Palu menggelar Wisuda angkatan ke X, sekaligus dirangkaikan dengan penerimaan laporan hasil belajar para peserta didik SD Islam Otak Kanan, di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako Palu, Sabtu, 25 Juni 2022.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) PAUD Tahfidzul Quran Otak Kanan Palu, Hasni S.Pd.I mengatakan, untuk diangkatan ke X ini ada sebanyak 34 siswa yang diwisuda.

“Alhamdulillah para anak didik, meskipun masih berusia PAUD atau TK, tetapi mereka dapat tampil dengan membacakan surah-surah pendek dan sambung ayat. Bahkan mereka dapat membaca surah Al Ikhlas dengan menggunakan metode kaisa,” kata Hasni.

Selain itu, kata Hasni, anak didiknya tampil membacakan puisi dramatis, paduan suara, dan musikal drama.

“Anak-anak kita ini di tingkat PAUD alhamdulillah sudah ada yang hafal 15 surah-surah pendek Al-Quran,” ungkapnya.

Hasni mengatakan, PAUD Tahfidzul Quran Otak Kanan dalam metode pembelajarannya mengedepankan fitrah anak dan akhlak, masalah pengetahuan dan kemampuan membaca dan menulis itu nomor dua. “Insyaallah untuk akhlak kita nomor satukan,” ucapnya.

Pada kesempatan itu tampak hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi. Kadis Hadi pun mengapresiasi dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar Yayasan Otak Kanan Indonesia.

Menurutnya, wisuda dan penerimaan laporan hasil belajar peserta didik merupakan ruang bagi siswa dan orang tua untuk menganyam masa depan. Sekaligus wahana untuk mengekspresikan kegembiraan menghadapi pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

“Wisuda merupakan bagian dari upaya mempersiapkan para siswa secara fisik, mental, dan intelektual, agar terbiasa saat berinteraksi dengan lingkungan yang baru di lembaga pendidikan tempat belajarnya nanti. Hal tersebut ditunjukkan keseriusan Yayasan Otak Kanan Indonesia, dalam membina generasi muda, terutama untuk pengenalan dan pendalaman nilai-nilai ajaran agama, dan belajar mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurut Hardi, memelihara hafalan Alquran lebih berat dibanding menghafalnya. Olehnnya, ia berpesan kepada segenap siswa yang diwisuda, untuk mengimplementasikan hal tersebut

“Kepada para siswa yang diwisuda, saya ucapkan selamat, semoga kelulusannya membekali kekuatan mental dan spiritual. Kami juga berpesan kepada para siswa-siswi supaya menjaga hafalannya, karena menjaga hafalan Al Quran itu lebih sulit ketimbang menghafalnya,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas