DIMUSNAHKAN - Terdakwa Rahmat dan Rafliandi saat memusnahkan sabu seberat 3,9 kg, yang menjerat keduanya dalam kasus tindak pidana narkotika. (Foto: Metrosulawesi/ Djunaedi)
  • Kasus Narkotika dengan Babuk Seberat 3,96 Kg

Palu, Metrosulawesi.id – Terdakwa I Pegawai Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara. (Rupbasan), Rahmat Adhiaksa bin Safrudin (29) dan terdakwa II Pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Palu, Rafliandi bin Bachtiar (37) divonis pidana 15 tahun penjara. Selain pidana penjara kedua eks pegawai pada lembaga dibawa naungan Kanwil Kemenkumham Sulteng itu juga dihukum membayar denda Rp8 miliar, subsider 6 bulan penjara.

Keputusan itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Zaufi Amri, turut didampingi Alannis Cendana dan Mahir Zikki sebagai hakim anggota, secara virtual turut di hadiri JPU Sugandhi dan Penasihat hukum terdakwa Fikri SH, di Pengadilan Negeri Kelas 1 A PHI/Tipikor/Palu, Senin (27/6). Vonis ini lebih rendah dari tuntutan JPU menuntut terdakwa pidana 18 tahun penjara.

Dalam putusan itu, terdakwa disebut, terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) kilogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) gram, sebagaimana dakwaan ke satu pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor: 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” demikian putusan.

“Hal memberatkan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba,” kata Zaufi.

Selain itu dalam amar putusannya 2 (dua) paket besar plastik paket Narkotika dan 47 paket plastik sedang berisi shabu tersebut  dinyatakan dimusnahkan, proses pemusnahan babuk sabu itu telah dilakukan berdasarkan Berita Acara Pemusnahan Barang Bukti tanggal 29 Oktober 2021. Usai pembacaan putusan, Zaufi Amri memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukum mengajukan upaya hukum lain 7 hari usai putusan dibacakan.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas