Pelayanan di salah satu teller Bank Syariah Indonesia (BSI). (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – Sebagai wujud komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk menargetkan program pembiayaan rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai Rp1,5 triliun.

Kali ini, PT Bank Syariah Indonesia menggandeng Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera). Salah satunya ialah menggelar akad massal bagi 2.500 nasabah program BSI KPR Sejahtera FLPP secara serentak yang dilaksanakan online seluruh Indonesia, belum lama ini.

Program BSI KPR Sejahtera FLPP merupakan bentuk partisipasi Bank Syariah Indonesia dalam mendukung dan menjalankan program nasional sejuta rumah pemerintah melalui skema FLPP. Hal tersebut agar dapat membantu masyarakat dalan memiliki rumah dan tentunya tetap dalam koridor sesuai prinsip syariah.

Direktur Sales & Distribution Bank Syariah Indonesia (BSI) Anton Sukarna menyampaikan bahwa program ini merupakan dukungan BSI untuk selalu siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan demi memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat luas.

“Program besar ini tujuannya tidak semata hanya bisnis, melainkan pemenuhan salah satu kebutuhan primer yakni rumah sebagai tempat tinggal yang juga mencapai tujuan sesuai maqashid syariah. Disinilah peran BSI sebagai bank syariah yang hadir menjadi solusi dan menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Anton.

Pada tahun ini, Bank Syariah Indonesia bertekad mengakselerasi penyaluran pembiayaan KPR Sejahtera FLPP yang ditargetkan mencapai Rp1,5 triliun. Adapun sepanjang Januari hingga akhir Mei 2022, Bank Syariah Indonesia telah menyalurkan 2.548 unit rumah FLPP dengan nilai penyaluran sebesar Rp 371 miliar.

Kuatnya komitmen BSI untuk mendukung program pemerintah ini ditunjukkan dengan total realisasi penyaluran FLPP sejak tahun 2012 sampai dengan 31 Mei 2022 yakni mencapai Rp6,17 triliun atau 50.411 unit rumah dengan kualitas pembiayaan yang masih terjaga.

Untuk mencapai target 60 ribu nasabah dengan volume pembiayaan Rp 6,5 triliun di tahun ini, ekspansi pembiayaan BSI KPR Sejahtera FLPP terus digenjot melalui optimalisasi pengembang / developer yang terpercaya serta memperluas jaringan nasabah baru yang memiliki potensi pembiayaan rumah pertama melalui KPR Sejahtera FLPP.

BSI KPR Sejahtera FLPP menjadi fasilitas pembiayaan yang melengkapi beragam produk pembiayaan griya komersil yakni Griya Hasanah (plus Mabrur), Griya Hijrah, Griya Refinancing, dan yang terbaru adalah Griya Simuda. Seperti diketahui, Bank Syariah Indonesia merupakan salah satu bank penyalur pembiayaan KPR terbesar di Indonesia.

Sampai Mei 2022, penyaluran pembiayaan KPR BSI secara keseluruhan mencapai Rp 6,051 triliun atau mengalami pertumbuhan 12,83% secara tahunan atau year on year (yoy). Potensi kepemilikan rumah pertama menjadi daya tarik bagi BSI untuk serius menggarap KPR Sejahtera FLPP sebagai salah satu fokus pembiayaan konsumer.

Pembiayaan perumahan merupakan salah satu fokus Bank Syariah Indonesia. Saat ini, sebanyak lebih dari 3.000 (tiga ribu) proyek pengembang perumahan subsidi telah bekerjasama dengan BSI. Selain itu keunggulan lainnya seperti angsuran tetap, ringan, dan bebas biaya seperti diantaranya biaya appraisal dan provisi, serta proses mudah.

“Salah satu strategi untuk mendorong penyaluran program BSI KPR Sejahtera FLPP yaitu lewat digitalisasi dan mengoptimalkan marketshare serta database nasabah existing yang ada dan membangun sinergi dengan developer terbaik dari setiap daerah untuk memenuhi kebutuhan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Semoga dengan penyelenggaran kegiatan akad massal ini dapat memberikan berkah, kebaikan dan faedah bagi kita semua masyarakat Indonesia,” tutup Anton.

Reporter: Fikri Alihana

Ayo tulis komentar cerdas