SEMINAR - Kadis Dikbud Adjemain Latery (mengenakan Kopiah), Kabid Dikdas Ayatullah (Kemeja krem) dan perwakilan Epson Indonesia Hesti Astina (Jilbab hitam), saat membuka seminar, Kamis (23/6/2022). (Foto: Metrosulawesi/ Arya Saputra)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Tolitoli dan Epson Indonesia kolaborasi sukseskan Kurikulum Merdeka, guna menyongsong pendidikan berbasis teknologi.

Ketua IGI Tolitoli Arun Harianto mengatakan, PT. Epson Indonesia sebagai platform yang menyediakan berbagai dukungan teknologi penunjang program IGI dalam mempersiapkan mutu tenaga pendidik khususnya di bidang IT.

“Sesuai amanat Kemendikbud dan Ristek, kurikulum Merdeka ini membuat tenaga pendidik kita harus bisa menyesuaikan sesuai kebutuhan zaman, sehingga harus lebih meningkatkan mutu khususnya di bidang IT dan bisa mengoperasikan teknologi penunjang belajar mengajar di sekolah,” kata Arun kepada Metrosulawesi, Kamis (23/6/2022).

Arun menjelaskan, keberadaan Epson Indonesia dalam menyukseskan kurikulum baru dinilai penting, pasalnya pihak Epson juga telah menyediakan pelayanan pelatihan teknologi kepada tenaga pendidik hingga ke pelosok khususnya di Tolitoli.

Perwakilan Epson Indonesia, Hesti Astina menuturkan, di samping perkenalan produk pada kegiatan seminar pihaknya juga memberikan pelatihan penggunaan, seperti printer dan proyektor yang diklaim memiliki teknologi tercanggih yang dirancang khusus segmen pendidikan di Indonesia.

“Kita tidak hanya memperkenalkan produk, tetapi juga memberikan pelatihannya, seperti proyekyor tipe EB-X06 dengan teknologi tiga chip LCD membuat objek yang dihasilkan lebih terang, jelas dan tidak membuat mata mudah lelah” tutur Hesti.

Meski gerai center Epson hanya ada di setiap ibu kota provinsi lanjut Hesti, Epson di Indonesia telah memiliki patner toko elektronik di masing-masing kabupaten khususnya di Sulawesi Tengah, sehingga baik pemesanan atau perbaikan dapat dilakukan.

“Jangan khawatir, meski belum ada gerai center Espson di Tolitoli, kami juga memiliki patner toko elektronik atau bisa menghubungi kami atau patner lainnya melalui via WhatsApp, IG dan lain sebagainya,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat yang diwakili Kabid Dikdas, Ayatullah mengapresiasi seminar yang diselenggarakan oleh IGI dan Epson Indonesia agar mutu pendidikan di wilayahnya dapat meningkat secara signifikan.

Secara spesifik kabid paparkan, sebagai langkah awal yang bisa dilakukan dalam mensukseskan kurikulum Merdeka adalah dengan membuat ruang Workshop yang khusus digunakan melatih tenaga pendidik di bidang teknologi.

“Langkah awal atau trobosan yang bisa kami lakukan saat ini adalah membuat tempat semacam workshop agar nantinya IGI dan Epson Indonesia dengan mudah dapat melatih beberapa tenaga pendidik kita, kalau ini berhasil maka kami akan mengusulkan anggaran khusus untuk lebih menunjang kurikulum merdeka ini,” ujar Kabid.

Meski demikian, Ayatullah meminta kepada pihak Epson untuk melengkapi dokumen yang dibutuhkan seperti nomor tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di Kementerian Perindustrian RI, terhadap teknologi baru seperti proyektor.
Pasalnya, perpres tentang pengadaan barang dan jasa tahun 2022 mewajibkan penyediaan barang berupa elektronik harus mencantumkan nomor TKDN.

“Regulasi terbaru penggunaan dana DAK di Dinas pendidikan khususnya pengadaan elektronik tidak hanya spek kita juga harus melampirkan nomor TKDN,” jelasnya.

Dari amatan Metrosulawesi.id, sekitar 200 perwakilan SD dan SMP menghadiri seminar kurikulum merdeka dan platform merdeka mengajar di Aula SMP Negeri 3 Tolitoli yang sempat dibuka oleh Kadis Dikbud setempat Adjemain Latery.

Reporter: Arya Saputra

Ayo tulis komentar cerdas