Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kota Palu, Muslimun. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Kontribusi positif perusahaan tambang galian c di wilayah Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah masih sangat minim hingga patut dipertanyakan. Khususnya soal kontribusi pihak perusahaan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkot Palu yang muaranya kepada masyarakat.

Demikian diungkapkan Muslimun, Anggota Komisi C DPRD Kota Palu. Muslimun menyayangkan cara-cara perusahaan tambang galian C yang hanya mementingkan keuntungan sendiri, tanpa memperhatikan sumbangsih umum atau warga Kota Palu.

“Pertanyaannya begini, kontribusi (perusahaan) tambang galian c terhadap kota ini apa? Cuma (mengandalkan) dana bagi hasil? Kan kecil sekali (nominalnya),” tegas Muslimun kepada Metrosulawesi beberapa waktu lalu.

Kata dia, hal itu berkaitan dengan minimnya kewenangan Pemkot dalam hal ini DLH Palu yang hanya punya kekuatan pemberi surat rekomendasi kepada Pemprov Sulteng kemudian dieksekusi oleh pemerintah pusat.

“Ini terkait hak eksekusi Kota Palu (menyikapi aktivitas tambang galian c). Untuk apa ada Dinas Lingkungan Hidup tetapi tidak punya hak eksekusi yang menentukan dinamika yang dihasilkan perusahaan galian c ini?” tanya Kimung sapaan karibnya.

Lebih jauh Kimung meruncingkan ihwal tawaran lewat CSR perusahaan tersebut yang selama ini ambigu atau tidak jelas arahnya.

“Kemudian bagaimana dengan CSR-nya perusahaan? Besarannya berapa? Programnya buat apa? Sejauh ini kita tidak tahu CSR-nya bagaimana dan digunakan buat apa. Apalagi kini sudah dimenangkan undang-undang CSR yang seharusnya sudah boleh diberlakukan,” bebernya.

“Tidak ada yang larang berusaha, semua kita butuh namanya investasi. Tapi investasi yang tidak sampai merugikan masyarakat Kota Palu khususnya yang berada di sekitar pertambangan,” tegas Muslimun.

Reporter: M. Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas