PRAKTIK TEATER - Penampilan teater yang dibawakan siswa di Auditorium UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Jumat 24 Juni 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Syahril Hantono)
  • Workshop Teater di Auditorium UPT Taman Budaya

Palu, Metrosulawesi.id – Para siswa SMA, SMK, dan MA di Kota Palu yang menjadi peserta workshop teater remaja mempraktikkan teater di Auditorium UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng, Jumat sore (24/6). Tema yang diangkat dalam teater tentang bullying di lingkungan sekolah.

Ada dua kelompok yang menampilkan teater berdasarkan pengetahuan teori yang didapat dalam workshop pada hari Kamis (23/6). Kelompok Teater Kaledo tampil pertama dengan judul Karma. Sutradara Fatia Nabila (SMA Al Azhar Mandiri Palu). Pemainnya 9 siswa dari beberapa SMA.

Penampil kedua Teater Utakelo dengan judul Stop Bully, Start Friendly. Sutradara Safrina Inaya (SMA Al Azhar Mandiri Palu). Sementara 10 siswa menjadi pemain atau aktor.

Meski berbeda judul, tetapi teater yang dibawakan tentang praktik bully yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Pesan moral dari kedua tampilan itu adalah mengajak siswa untuk berlaku baik kepada siswa lainnya. Selain itu tidak memandang latar belakang siswa untuk berteman.

Penampilan kedua teater tersebut mendapat pujian dari praktisi teater Sulteng Agus T Syam, yang menjadi narasumber workshop teater remaja.

“Penampilan adik-adik siswa luar biasa. Meski hanya sehari mengikuti workshop tetapi mampu menjiwai karakter yang dibawakan saat tampil,” kata Agus T Syam.

Dia menyoroti tiga poin yang dianggapnya sudah mampu dilakoni oleh siswa. Ketiga poin itu adalah penyutradaraan, aktor, dan artistik.

“Dari sisi penyutradaraan saya menilai siswa sudah bisa menjadi sutradara. Demikian juga dengan aktor yang tampil menimbulkan emosi penonton. Sedangkan artistik sudah baik meski dalam bentuk sederhana,” katanya.

Workshop Teater Remaja digelar oleh UPT Taman Budaya dan Museum Sulteng pada Kamis (23/6). Kegiatan itu dibuka oleh Sekretaris Dinas Dikbud Sulteng Asrul Achmad.

Dalam sambutannya Asrul berharap kegiatan workshop dapat melahirkan sutradara teater yang handal. Dia juga berharap para siswa dapat membangkitkan lagi seni teater di Sulteng.

Sementara itu Ketua Panitia Masita Masuara mengatakan, workshop teater remaja bertujuan antara lain untuk memberikan motivasi serta memacu kreativitas dan imajinasi siswa di bidang teater.

Reporter: Syahril Hantono
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas