CERAMAH - Ustaz Das’ad Latif menyampaikan ceramah di hadapan ribuan jamaah Selasa 31 Mei 2022 malam di halaman Masjid Raya Donggala, Kelurahan Boya. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)
  • Tabligh Akbar di Donggala

Donggala, Metrosulawesi.id – Sekitar lima ribuan jamaah memadati halaman Masjid Raya Donggala Kelurahan Boya, Selasa 31 Mei 2022, malam.

Kedatangan ribuan warga itu untuk menyaksikan secara langsung Ustaz Das’ad Latif memberikan tabligh akbar yang merupakan rangkaian kegiatan pelantikan pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Donggala.

Tiga ribu kursi yang disiapkan panitia. Warga atau jamaah yang didominasi ibu-ibu itu terpaksa berdiri. Ada juga yang duduk melantai hingga di badan jalan yang menghubungkan pelabuhan lama Donggala.

Pemandangan ini membuktikan Ustaz Das’ad latif sangat dinanti masyarakat Kecamatan Banawa yang secara karateristik bersuku sama dengan Ustaz Das’ad latif yakni Bugis.

“Saya sebelum Shalat Isya sudah datang memang ke masjid raya, takut tidak dapat tempat dan tidak bisa melihat langsung mukanya Ustaz Das’ad latif. Ustad andalanku,” kata Mama Ara, warga Kelurahan Boneoge yang ditemui bersama anak dan suaminya.

Ustaz Das’ad Latif menyampaikan ceramahnya menitip pesan kepada seluruh warga Kecamatan Banawa untuk meneladani sifat Rasulullah SAW yang ketika hendak meninggal dunia masih mengingat umatnya.

“Ibu, bapak, mas bro, kalau memilih pemimpin untuk Donggala ke depan lihat agama dan akhlaknya. Kalau keduanya bagus insya Allah Donggala bisa seperti kabupaten lain maju dan pesat. Masa saya dari Palu ke Donggala jeleknya jalannya, mobilnya Pak Ahmad Ali goyang goyang,”kata Ustaz Das’ad disambut tawa jamaah.

“Pak, ibu, mas bro, coba renungkan sifat nabi kita Muhammad SAW ketika malaikat pencabut nyawa diperintahkan Allah SWT untuk menjemputnya. Nabi Muhamad SAW masih memikirikan kita umatnya, coba bandingakan dengan sekarang, pimpinan kalau sudah jadi, masih na ingat ko kah, kalau sudah mi dilantik, pasti lari mi, na ganti nomor HP na,” ujarnya.

Das’ad Latif berharap Kabupaten Donggala ke depannya harus dipimpin oleh anak daerah dan tidak menjadi penonton. Dan yang lebih terpenting lagi, harus terus meningkatkan ibadah kepada sang pemilik alam Allah SWT, makmurkan masjidnya, berkeluh kesahlah di Rumah Allah SWT.

“Pak,Ibu, Mas bro, mari makmurkan masjid Allah, Dewan Masjid Indonesia dibentuk untuk kebaikan, mari ramaikan masjid dengan shalat berjamaah, berdoa dan berkeluh kesahlah dalam masjid insya allah doa kita akan dikabulkan,”ajaknya.

“Yang mau jadi pemimpin di Donggala silahkan minta kepada Allah SWT, datangi masjid berdoa. Jangan nanti mau dekat pemilu atau pilkada baru mau datang ke masjid,” tegasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas