TETAP RAMAI - Pantai Tanjung Karang tetap ramai pengunjung, Kamis 26 Mei 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Beberapa hari ini video seekor buaya ramai diperbincangkan di medsos. Diduga buaya tersebut muncul di seputaran Pantai Tanjung Karang.

Meski begitu, tak menyurutkan wisatawan untuk menghabiskan waktu libur di obyek wisata yang mengandalkan keindahan pasir putih dan bawah lautnya.

Pada Kamis 26 Mei 2022, objek wisata yang masuk wilayah Kelurahan Labuan Bajo Kecamatan Banawa itu dipadati pengunjung.

Warga yang hendak mandi harus rela berdesak-desakan masuk ke pantai Tanjung Karang. Kendaraan roda empat dan dua harus diarahkan memarkir kendaraan di luar berjarak 500 meter dari pemukiman warga yang ada di tanjung karang.

“Tidak ada buaya pak, memang saya liat itu video beredar di medsos, tapi ini Tanjung Karang tetap ramai, mungkin gambar kayu itu yang divideo bukan buaya,” kata Wahyu warga Tanjung Karang yang bertugas memarkir kendaraan pengunjung.

Papa Asti, pengunjung asal Desa Maranata Kabupaten Sigi mengatakan ia bersama rombongan tiba di Tanjung Karang pukul 9 pagi. Mengenai isu dan ancaman buaya ia menjawab tetap waspada dengan mengawasi setiap anggotanya yang mandi di pantai.

“Saya  bersama rombongan dan membawa tiga cucu untuk mandi di Tanjung Karang,” kata Papa Asti.

Muhammad. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

“Tetap waspada dengan buaya, anak-anak tidak boleh jauh mandinya cukup di pinggir saja, kami takut juga dengan buaya,” sebutnya.

Terpisah, Kadis Pariwisata Muhammad yang dimintai keterangan terkait ancaman buaya di pantai Tanjung Karang, Jumat 27 Mei 2022 menjelaskan saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) untuk mengantisipasi hal tak diinginkan.

Artinya kata Muhammad ada antisipasi awal, ada pemberitahuan ke masyarakat bahaya tentang bahaya buaya di Tanjung Karang.

“Beredarnya buaya di perairan khususnya tempat destinasi wisata, Dispar (Dinas Pariwisata) secara teknis tidak bisa melakukan tindakan, ada BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), dan kami sudah koordinasi dengan BPBD,” sebutnya.

“Ya minimal ada pemberitahuan ke masyarakat bahaya buaya di Tanjung Karang, BPBD sudah menjalankan tugasnya mengawasi pengunjung,” jelasnya.

Ditanya video buaya yang beredar di medsos, mantan kadis sosial ini menjawab video buaya belum diketahui keasliannya. Dia menekankan yang perlu dilakukan saat sekarang adalah pembentukan satgas edukasi kepada masyarakat setempat dan pengunjung.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas