WASPADA PMK - Bupati Morowali, Taslim (tengah) saat memimpin rapat yang membahas soal penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi di kantor Bupati Morowali belum lama ini. (Foto: Ist)

Morowali, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengantisipasi penyebaran virus yang menyebabkan penyakit mulut dan kuku pada ternak sapi.

Mengantisipasi PMK tersebut, Pemda Morowali sudah melakukan rapat baru-baru ini melibatkan sejumlah OPD terkait.

Beberapa poin yang disepakati dalam rapat tersebut di antaranya. Pertama membentuk Tim Satgas yang melibatkan OPD tehnis termasuk unsur TNI dan Polri, dmn setiap OPD yang terlibat akan bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.

Kedua, dalam pecegahan penyebaran wabah PMK, Pemda Morowali menyiapkan anggaran lewat dana BTT untuk mensukseskan jalannya proses pencegahan wabah PMK di kabupaten Morowali.

Ketiga, disepakati akan membuat pos-pos penjagaan disetiap perbatasan yang menjadi pintu masuk masyarakat untuk melakukan transaksi jual-beli hewan ternak, dan ini agar segera dilakukan mengingat dalam waktu dekat moment Idul Adha (Kurban) akan berlangsung.

Pada kesempatan itu, Bupati Morowali Taslim dalam arahannya meminta kepada OPD terkait untuk melakukan pengawasan di pos pos perbatasan. Selain itu memberi vitamin kepada hewan ternak sebagai antisipasi dini.

Bupatu Taslim juga minta tim yang dibentuk nantinya bekerja secara terpadu dan bersinergi, sehingga bisa mengantisipasi penyebaran wabah PMK yang lagi mewabah dibeberapa daerah saat ini.

“Satgas harus punyai konsistensi yang tinggi, ketika ada masalah ditemukan di lapangan jangan ada tawar menawar. Segera dilakukan tindakan sesuai arahan dari tim tehnik lainnya,” pinta bupati.

Bupati mengatakan, dendekati Idul Adha Kurban, akan banyak hewan ternak masuk.

“Olehnya Distanak Morowali bersama Tim Satgas sudah melakukan antisipasi, tidak boleh lengah termasuk daerah-daerah di Pulau jangan sampai hewan-hewan yang dibawa ke pulau, hewan yang tidak higenis,” kata bupati.

Dandim 1311/Morowali yang hadir pada rapat tersebut juga memberikan beberapa masukan. Pertama, agar tim Satgas segera memberikan pemahaman kepada kelompok ternak maupun pemilik ternak agar masyarakat tidak fanik menanggapi soal virus PMK yang lagi mewabah.

“Dikawatirkan jangan sampai ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang manfaat kan kondisi ini, yang membuat masyarakat menjual ternaknya dengan harga murah,” ujarnya.

“TNI dalam hal ini jajaran Kodim 1311/Morowali siap dilibatkan untuk membantu pelaksanaan dilapangan maupun mendampingi untuk melakukan penyuluhan ke masyarakat tmasuk penanggulangannya langsung ke kelompok ternak maupun pemilik ternak,” pungkasnya. (*)

Ayo tulis komentar cerdas