Kepala BPS Sulteng, Simon Sapary. (Foto: Istimewa)

Palu, Metrosulawesi.id – Saat ini tercatat perekonomian Sulawesi Tengah beberapa tahun terakhir masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 36,91 persen.

“Kemudian diikuti oleh sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan terhitung sebesar 17,95 persen,” ujar kepada BPS Provinsi Sulawesi Tengah, Simon Sapary belum lama ini.

Lanjut dia, di sektor pertambangan dan penggalian sebesar 14,66 persen. Peranan ketiga lapangan usaha tersebut dalam perekonomian Sulawesi Tengah mencapai 69,53 persen.

“Ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I-2022 dibanding triwulan I-2021 (y-on-y) mengalami pertumbuhan sebesar 10,49 persen. Pertumbuhan terjadi pada semua lapangan usaha,” katanya.

Simon mengatakan bahwa untuk lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan kurang lebih presentase sebesar 28,67 persen.

“Sementara itu, Industri Pengolahan, Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, serta Pertambangan dan Penggalian yang memiliki peran dominan juga mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 15,61 persen, 6,10 persen dan 8,73 persen,” katanya.

Kata dia, pertumbuhan terjadi juga pada semua komponen pengeluaran. Bahkan, pertumbuhan tertinggi ada di komponen Impor Barang dan Jasa yang mengalami kenaikan sebesar 51,17 persen.

“Sedangkan omponen Ekspor Barang dan Jasa sebesar 44,82 persen, kemudian diikuti oleh komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 17,37 persen,” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas