Aan. (Foto: Dok. Pribadi)

Kami hidup di tanah subur
Kami hidup di tanah kaya
Kami hidup di tanah melimpah

Kami hidup dengan kotor
Kami hidup dengan dusta
Kami hidup dengan perasuah

Rusak digerogoti
Sesak ditanggung sendiri
Diperdaya sampai mati

Padahal di negeri sendiri
Bertahan penuh ambisi
Lumpuh tapi berdiri
Apakah kami sakti?

Palu, 21 September 2021


Bukan Suara Sumbang

Bukan dalam gua pengap
Tapi di gedung bertingkat mengkilat
Suara tiap-tiap mereka
Tidak punya nada searah

Ternyata dalam diri penuh rasa
Rasa merasuah
Rasa merampas
Rasa menghilangkan hak-hak atas dasar Pancasila


Apa Kabar? Kabar Apa?

Kurang lebih sudah dua tahun pandemi
Hidup Bersama kami di negeri ini
Segala kebijakan negeri kami patuhi
Supaya terhindar dari virus sejak dini

Mulai dari jaga jarak sampai mencuci sela jari
Mulai dari pakai masker sampai alat pelindung diri
Mulai tidak ibadah di Masjid sampai tidak silaturahmi
Mulai tidak bekerja sampai menahan lapar di rumah sendiri

Apa kabar?
Kabar apa?
Kabar kelakar
Entah dari siapa
Tentang wabah yang melanda kita semua
Seolah jadi sumber penghasilan
Sampai dengan jadi hiburan
Hiburan mendapatkan uang
Hiburan mendapatkan keuntungan
Hiburan mendapatkan keserekahan
Hiburan nyanyian abai sampai tak masuk akalnya kebijakan

Apa kabar?
Kabar apa?
Kita hanya bisa merabah
Tentang hak-hak yang dirasuah oleh mereka
Di sini mati menerka
Di sana mati tertawa
Di sini hidup melarat
Di sana hidup terawat

Ah entahlah
Hanya bisa bertanya
Apa kabar?
Kabar apa?

Palu, 29Agustus 2021

Biodata Penulis: Aan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako, angkatan 2019. Alamat di Jln. Muhammadiyah II, Kec. Mantikulore, Kel. Tondo, Kota Palu. Lahir di Simajo, 12 Desember 2000. Tinggal di dusun Simajo, Desa Maponu, Kec. Sarjo, Kab. Pasangkayu.

Ayo tulis komentar cerdas