Sutrisno Abusungut selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Pada bulan April 2022, Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat untuk subsektor peternakan mengalami kenaikan NTP sebesar 1,08 persen.

“Nilai yang semula 97,06 pada Maret 2022 naik menjadi 98,10 di bulan April 2022,” kata Sutrisno Abusungut selaku Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Sulteng belum lama ini.

Menurutnya, kondisi ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 1,73 persen. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) lebih kecil dari perubahan yang diterima petani yakni sebesar 0,65 persen.

“Indeks harga yang diterima (It) petani subsektor peternakan pada bulan April  2022 tercatat hanya sebesar 98,10, sementara yang dibayar  (Ib) tercatat sebesar 112,25 persen poin,” katanya.

Diakuinya, kenaikan (It) dipengaruhi oleh naiknya perubahan indeks ternak besar sebesar 1,81 persen, ternak kecil sebesar 2,13 persen, unggas sebesar 1,95 persen dan hasil ternak/unggas sebesar 0,53 persen.

“Indeks yang dibayar petani (Ib) mengalami perubahan yang positif, dimana indeks konsumsi rumah tangga l naik sebesar 0,90 persen, sedangkan untuk indeks BPPBM alamk penurunan sebesar 0,33 persen,” ujarnya.

Berbeda dengan subsektor perikanan yang tidak mengalami kenaikan perubahan indeks. Dimana indeks bulan April 2022 sebesar 102,71 dibandingkan dengan indeks bulan Maret 2022 yang tercatat sebesar 100,69 atau mengalami kenaikan sebesar 2,01 persen.

“Perubahan Indeks yang diterima petani (It) pada bulan April 2022 mengalami kenaikan sebesar 2,93 persen, begitupula

halnya dengan perubahan indeks yang dibayar petani (Ib) mengalami kenaikan indeks sebesar 0,90 persen,” terangnya.

Dikatakan, pada kelompok perikanan tangkap, terjadi kenaikan nilai tukar nelayan sebesar 1,87 persen yakni dari 100,57 di Maret 2022 naik menjadi 102,45 di April 2022. Naiknya nilai tukar pada subkelompok perikanan tangkap disebabkan oleh indeks harga yang diterima petani (It) sebesar 2,82 persen.

“Dimana (Ib) hanya mengalami kenaikan perubahan indeks sebesar 0,93 persen.

Kelompok perikanan budidaya juga mengalami kenaikan indeks nilai tukar sebesar 3,64 persen yakni dari 102,09 pada Maret 2022 menjadi 105,80 pada April 2022,” tuturnya.

Lanjut Sutrisno, jal ini disebabkan

oleh naiknya (It) yang cukup signifikan sebesar 4,21 persen atau lebih besar dari perubahan kenaikan (Ib) yang sebesar 0,56 persen.

“Kenaikan (It) ini didorong oleh kenaikan subsektor budidaya air laut yang signifikan yakni sebesar 4,90 persen, budidaya air payau sebesar 2,84 persen dan budidaya air tawar sebesar 1,60 persen,” pungkasnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas