LEBARAN KETUPA - Sejumlah warga mengambil hidangan makanan gratis pada saat perayaan tradisi lebaran ‘Katupa’ di Lorong Bakso Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu Sulawesi Tengah Rabu 11 Mei 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)
  • Tradisi Lebaran ‘Katupa’ Ala Warga Lorong Bakso

Palu, Metrosulawesi.id – Warga di lorong Bakso Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu Sulawesi Tengah menggelar tradisi lebaran Katupa atau lebaran Ketupat pada Rabu sore 11 Mei 2022. Tradisi tersebut untuk kedua kalinya diselenggarakan dalam rangka memeriahkan suasana hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah dan mempererat tali silahturahmi antar warga.

Lebaran Ketupat sendiri secara umum menjadi tradisi yang rutin digelar masyarakat di daerah Pulau Jawa dalam rangkaian perayaan hari raya Idul Fitri. Di Kota Palu, tradisi ini diubah namanya sesuai dengan kearifan lokal masyarakat kaili menjadi tradisi lebaran ‘Katupa’. Tak jauh berbeda, pada lebaran Katupa warga di lorong bakso Kota Palu menyediakan hidangan makanan khas kota Palu di antaranya ketupat, kaledo, duo, dan makanan lainnya.

“Lebaran katupa memang setiap lebaran kami laksanakan beberapa hari usai lebaran, sedikitnya tahun ini ada 30 rumah dari 3 RW di lorong bakso yang menyediakan makanan gratis bagi warga,” kata Yager Gaffar, ketua Panitia pelaksana.

Menurut dia, tradisi yang diselenggarakan oleh Pemuda kreatif di Lorong Bakso Kota Palu ini tidak lain bertujuan untuk mempererat tali silahturahim antarwarga di lorong bakso usai mudik lebaran dari berbagai daerah.

“Semoga kegiatan ini terus berjalan setiap tahun dan semakin meriah lagi,” ujar Yagger.

Wakil Walikota Palu, Reny Lamadjido yang turut hadir membuka perayaan tersebut mengharapkan tradisi lebaran Katupa bisa lebih meriah lagi seperti dengan festival Mandura dan Kampung baru Fair. Dia bilang, tahun depan masyarakat setempat bisa mengajukan anggaran yang nantinya akan difasilitasi oleh dinas Pariwisata daerah setempat.

“Lebaran Katupa tentunya punya ciri khas, sama dengan lebaran mandura. Saya mengapresiasi tahun ini masyarakat bisa menyelenggarakan acara ini tanpa bantuan dana dari pemerintah,” ujar Reny Lamadjido.

Reporter: Addi Pranata
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas