BANJIR - Warga menerobos banjir yang melanda Kabupaten Tolitoli. (Foto: Ist)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Hujan lebat yang melanda Kabupaten Tolitoli sejak siang jelang magrib kemarin Senin (9/5/2022) mengakibatkan setidaknya ada empat kelurahan yang ada di Kecamatan Baolan direndam banjir.

Empat kelurahan yang diterjang banjir itu adalah  Kelurahan Baru, Kelurahan Tuweley, Kelurahan Panaskan serta Kelurahan Nalu.

Informasi yang dihimpun banjir diakibatkan tingginya intensitas hujan. Selain itu diperparah dengan adanya sebagian drainase yang sempit sehingga debit air hujan yang begitu banyak tidak dapat ditampung oleh drainase. Akibatnya air meluap masuk sampai ke pemukiman warga dengan ketinggian air berfareasi yaitu mulai setinggi lutut orang dewasa, bahkan satu meter.

Kepada Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah Andi Sembiring kepada wartawan Selasa (10/5/2022) mengatakan tidak hanya pemukiman warga yang terendam air melainkan ada  sejumlah fasilitas bangunan Pemerintah juga tak luput dari terjangan air.

Fasilitas itu di antaranya tempat perkantoran, fasilitas  kesehatan, pendidikan juga terdampak banjir seperti Sekolah Dasar (SDN) Negeri 10 Tolitoli dan masih banyak lagi, jelasnya.

Meski demikian kata Andi Sembiring, hingga kini pihaknya belum menerima laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut. 

“Saat ini sebagian warga masih ada yang  bertahan di rumahnya masing-masing meskipun telah terendam banjir sembari menunggu hujan reda dan air surut,”jelasnya.

Dikatakan saat ini BPBD Provinsi Sulawesi Tengah dan BPBD Kabupaten Tolitoli masih terus melakukan pendataan terhadap infrastruktur maupun sarana dan prasarana ( Sarpras) yang terdampak banjir.

Andi Sembari juga mengimbau kepada warga tetap waspada dan selalu siap siaga mengantisipasi bencana serupa yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

“Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Tolitoli untuk mengantisipasi dampak yang lebih besar akibat banjir yang terjadi,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris BPBD Tolitoli Vidia Putra. Dikatakan, bencana alam seperti ini sudah sering melanda Kabupaten Tolitoli.

Dia juga meminta kepada warga untuk memberikan bantuan informasi yang akurat berkaitan dengan bencana banjir. Sebab menurutnya sekecil apapun informasi dari warga tentunya sangat diperlukan sehingga hal hal yang tak diinginkan bisa diatasi secepatnya.

Pantauan media ini di hari kedua pasca banjir Senin kemarin, hujan masih terus mengguyur kota Tolitoli. 

BMKG:Status Waspada Hujan Lebat

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Meteorologi Palu menyebutkan wilayah Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, berstatus waspada karena diprakirakan masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

“Dari satelit Himawari dan prakiraan cuaca, wilayah Kabupaten Tolitoli masuk dalam status waspada hingga besok, Selasa 10 Mei,” ungkap Kepala BMKG stasiun Geofisika Palu Nur Alim dihubungi di Palu, Senin.

Menurutnya, hujan lebat ini bisa berdampak bencana alam seperti banjir, tanah longsor dan volume air sungai yang meningkat sehingga jembatan yang rendah tidak dapat dilintasi.

“Yang perlu dilakukan harus berhati-hati, dan waspada khususnya masyarakat yang tinggal di lereng gunung dan bantaran sungai,” ujarnya. Selain Tolitoli, beberapa daerah lain di Sulawesi Tengah yang berstatus waspada adalah, Kabupaten Buol, Tojo Unauna, Poso, Parigi Moutong, Banggai Kepulauan dan Kabupaten Banggai. (aco/ant)

Ayo tulis komentar cerdas