USAI SIDANG - Terdakwa Muhammad Tahir saat akan meninggalkan ruang persidangan. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Keluarga Korban Sudah Memaafkan dan Telah Berdamai

Palu, Metrosulawesi.id – Karena terlibat kasus Kecalakaan Lalulintas (Lakalantas), yang mengakibatkan korban pengendara lain meninggal dunia (MD), Muhammad Tahir kini tengah diperhadapkan ke persidangan pada Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu.

Dia diadili secara pidana untuk mempertanggugjawabkan peristiwa lakalantas yang merundungnya November 2021. Saat itu, terdakwa Muhammad Tahir mengendarai mobil Truk Isuzu DN 8401 MA, mengalami kecelakaan lalulintas dengan korban RA pengendara sepeda motor Honda Bead DN 4793 VC, di JL. Samratulangi, Palu.

Diketahui, korban RA yang meregang nyawa dalam musibah lakalantas itu adalah salah satu ASN yang bertugas di PN Kelas IA/PHI/Tipikor Palu. Proses sidang pidana yang dijalani Muhammad Tahir menyisahkan satu agenda lagi yakni Putusan.

Selasa, 10 Mey 2022 kemarin, terdakwa Muhammad Tahir bersama tim penasehat hukumnya telah membacakan nota pembelaan guna menanggapi tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang disidang sebelumnya telah menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 bulan.

Dalam nota pembelaan yang dibacakan penasehat hukumnya Samsam M. SH, terdakwa sejatinya memohonkan kepada majelis hakim untuk dibebaskan dari dakwaan kesatu dan kedua JPU. Atau setidak-tidaknya memohon majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara a quo untuk melepaskan terdakwa dari segala tuntutan hukum.

“Atau, apabila majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,” ungkap Samsam membacakan pembelaan.

Dikatakan Samsam, adapun pertimbangan atas pembelaan itu tidak lain adalah kondisi objektif terdakwa. Antara lain, terdakwa mempunyai tanggungan satu orang anak yang masih bersekolah dan membutuhkan biaya banyak. Terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa kooperatif ketika menjalani proses persidangan.

“Terdakwa dengan bantuan dari saudaranya, telah memberikan dana santunan kepada keluarga korban, terdakwa telah meminta maaf kepada keluarga korban dan keluarga korban sudah memaafkan terdakwa dan mencabut seluruh tuntutan serta menyatakan perdamaian dengan terdakwa,” sebutnya.

“Dalam kecelakaan tersebut sebagaimana fakta persidangan posisi terdakwa adalah yang ditabrak dari samping bukan menabrak,” tambah Samsam.

Setelah pembacaan pembelaan itu, majelis hakim yang diketuai Zaufi Amri SH, mengagendakan sidang putusan selanjutnya Minggu depan. Sebelumnya dalam tuntutan, JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 bulan. Menurut JPU perbuatan Muhammad Tahir terbukti melanggar Pasal 310 ayat 4 UU RI Nomor 22 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan sebagaimana dalam surat dakwaan kesatu JPU.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas