KETERANGAN PERS - Ketua Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Sulteng, Pinkan Suripurna Hamzens (tengah kanan) bersama anggotanya, Ibnu Mundzir (tengah kiri) didampingi Koordinator KHST Sulteng, Mohammad Herianto mendiskusikan pentingnya melestarikan puing Jembatan IV Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)

Palu, Metrosulawesi.id – Pembangunan ulang Jembatan Palu IV kembali ramai lantaran ihwal wacana letaknya.

Jembatan yang menghubungkan dua kelurahan yakni Lere di Kecamatan Palu Barat dan Besusu Barat Kecamatan Palu Timur itu, dikabarkan akan dibangun persis di titik puing jembatan yang telah runtuh.

Kabar tersebut ditanggapi oleh Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah, bahwa hal itu tidak tepat jika dilakukan.

Karena menurut Ketua IAP Sulteng, Pinkan Suripurna Hamzens bersama anggotanya, Ibnu Mundzir, sangat penting mempertahankan peninggalan nyata dampak bencana alam, seperti puing puing tiang pancang pun beton landasan naik Jembatan IV yang hingga kini masih berdiri.

“Banyak sekali peninggalan-peninggalan (di wilayah) kita tidak terawat dan akhirnya kita tidak tahu apa yang akan dicari di masa mendatang. Karena kita tidak menghargai apa yang sudah ada (muncul),” ujar Pinkan saat jumpa pers di Kota Palu, Senin petang, 9 Mei 2022.

Pihaknya begitu menginginkan bagaimana Kota Palu mampu memelihara baik sejarah peristiwanya, khususnya sisa bencana dahsyat 28 September 2018 silam.

Karenanya jika literasi sejarah seperti puing kebencanaan dilestarikan, akan sangat bermanfaat kepada generasi-generasi kemudian.

“Izinkan kami keluarga besar IAP Provinsi Sulteng ingin mengajak masyarakat bekerja, menata dan mengelola kota ini dengan basis sejarah yang kuat,” pungkasnya.

Oleh karena itu dilanjutkan Ibnu Mundzir, IAP Sulteng bersikap yaitu memohon agar fisik eks Jembatan IV Palu baik di sisi timur maupun barat tetap dipertahankan dengan tujuan Situs Sejarah Kebencanaan Kota Palu.

Ibnu pun menyarankan agar lingkungan kawasan Jembatan IV lama mesti dijadikan wisata bencana alam.

 “Sangat penting rasanya jika kita memikirkan hingga ke masa depan, bahwa lingkungan sekitarnya (Jembatan IV) agar segera ditata secara ekologis dan berkelanjutan,” tandasnya. (*)

Reporter: Muhammad Faiz Syafar

Ayo tulis komentar cerdas