Nasir. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Belum sampai sebulan, buaya di Sungai Palu kembali beraksi. Pada bulan Ramadan lalu, seorang warga meregang nyawa akibat digigit buaya, kini warga Loli Saluran yang kembali menjadi korban keganasan predator tersebut.

Belakangan ini, banyak masyarakat yang mendesak pemerintah untuk segera melakukan penanganan terhadap teror buaya tersebut, salah satunya Wakil Ketua 2 DPC PPP Kota Palu, Nasir.

Nasir meminta pemerintah agar jangan hanya diam atau tidak bereaksi terhadap keganasan hewan buas tersebut.

“Warga khawatir dan resah, khususnya yang ada di wilayah pesisir Teluk Palu dan yang bermukim di sepanjang bantaran Sungai Palu,” kata Nasir.

Menurutnya, keberadaan buaya tersebut adalah ancaman yang bisa datang sewaktu-waktu, jika tidak segera ditangani.

“Buaya yang selama ini berkeliaran di wilayah Teluk Palu adalah ancaman yang nyata. Faktanya, selama ini sudah memakan korban jiwa dan juga kami anggap hal ini mematikan mata pencaharian masyarakat,” tambah Nasir.

Pemerhati Bantaran Sungai Palu itu berharap, ia sebagai warga lokal meminta agar Pemerintah Kota Palu dan Pemerintah Provinsi Sulteng segera menyikapi hal tersebut.

“Pemerintah harus sesegera mungkin melakukan penyisiran atau menangkap buaya melalui dinas terkait baik kota maupun provinsi. Setelah dilakukan penangkapan, pemerintah juga wajib membangun tempat penangkaran,” ujarnya.

Dia berharap pemerintah dapat memperhatikan apa yang menjadi keprihatinan masyarakat khususnya mereka yang beraktivitas di sepanjang Teluk Palu.

“Kami sarankan kalau bisa pemerintah juga bisa membentuk satuan tugas penjaga pantai yang akan menjaga di sepanjang Teluk Palu itu,” tutupnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas