Ikhsan, rekan korban AL. (Foto: Dok. Pribadi)
  • Warga Desa Loli Saluran Yang Tewas Diterkam Buaya

Donggala, Metrosulawesi.id – Warga desa Loli Saluran inisial AL (34 tahun) meninggal dunia sabtu malam 7 Mei 2022.

AL meninggal akibat pendarahan karena diterkam buaya saat ia dan beberapa rekannya memanah ikan di Kelurahan Labuan Bajo.

“Kami itu ada 10 orang pergi ba panah ikan di kelurahan Labuan Bajo. Enam orang turun di laut termasuk korban AL, dan 4 orang menunggu di motor,” kata Iksan salah satu teman korban yang ikut memanah ikan Ahad 8 Mei di desa Loli Saluran.

Iksan yang ditemui sejumlah media usai melakukan pemakaman jenazah almarhum AL mengisahkan proses kejadian seekor buaya yang menerkam AL.

Saat itu ia bersama beberapa orang mengawali memanah ikan dari pelabuhan Donggala Kelurahan Boya, dan sebagian temannya menunggu di pelabuhan Donggala. Kemudian mereka mulai menyusuri pesisir karang pelabuhan Donggala hingga Pusat Pelelangan Ikan (PPI) kelurahan Labuan bajo.

“Star memanah ikan dari pelabuhan Donggala kelurahan Boya, lalu menuju pelabuhan pendaratan ikan kelurahan Labuan Bajo, ya kami turun ke laut berjalan sekitar kedalaman 10 meter untuk mencari ikan,” kisah Ikhsan usai pemakaman

“Pada saat itu 5 orang rekannya menyusuri bagian dalam karang (dangkal) sedangkan, almarhum AL lebih memilih ke bagian luar (lebih dalam), dan hasilnya almarhum AL berhasil mendapatkan ikan hasil panahannya sebelum diterkam buaya,” kisahnya.

Kata Ikhsan lagi pada saat itu, 1 di antara 5 orang rekan melihat almarhum AL diterkam buaya tepat di bagian kepala sambil diputar-putar. Kemudian rekannya memanggil teman lain untuk menolong AL dari terkaman buaya.

“Teman kami sempat memanah buaya tersebut dan mengenai mata buaya, dan buaya itu kabur, hingga almarhum AL terlepas dari mulut buaya, pada saat itu juga almarhum AL mengapung di atas laut,” ucapnya.

“Setelah buaya kabur, kami melakukan pertolongan pertama namun karena AL mengalami pendarahan akibat luka bekas gigitan buaya tersebut tepat di bagian leher hingga kepala AL yang terlalu besar, sehingga belum sampai di RS Kabelota Almarhum AL meninggal karena pendarahan,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas