Syahari Ayu Bachtiar. (Foto: Dok. Pribadi)

Setiap tahun hampir usai
Manusia mengarang-ngarang resolusi
Sebulan dua bulan jadi basi
Lalu tahun kembali berjalan lunglai dan lalai

Tahun yang baru, letupan semangat di Januri
Segala yang meledak di kepala bersama kembang api
Apa yang kau dapat dari bising ini?
Tidak ada, sunyi lebih nyaring dari ini
Tidak ada, sunyi lebih garang dari ini

Kalender mengulang hari-hari
Manusia mengejar setengah mati
Harapan-harapan yang gagal disemai
Ia bungkus rapi jadi resolusi
Resolusi, ia kira solusi

Tapi resolusi segera basi
Dan tahun kembali lunglai dan lalai

Manusia lalu berjalan menapaki detik
Walau hari-hari selalu terasa pelik
Tapi selalu ada percik semangat
Juga doa kecil yang malu-malu memeluk erat


Bahasa Ibu

Kita dibesarkan bahasa ibu, ia pintar dan lucu
Meski sering rumit membuat kepala berdenyit

Bahasa ibu mengajarimu mengarang ilmu
Menuli sapa-apa yang fakta apa-apa yang dusta
Menulis segala kisah jadi jalinan kasih
Menulis angan yang jadi daftar ingin
Menulis yang baik hingga berbiak
Menulis yang gigih yang gagah
Menulis yang ramah yang marah
Menulis si bintang yang tahan banting
Menulis amin yang lahir dari iman

Bahasa ibu jadikanmu seorang ibu
Anak-anak kalimat dikandung di kepala
Lalu lahir si tutur kata jalinan aksara


Padamu Wahai Negeri

Berita pagi ini, minyak langka
Ibu-ibu dipenuhi syak wasangka
Siapa yang bisa menduga?
Negeri yang pantainya berkelapa
Minyak jadi barang langka

Sudah pasti ada yang serakah
Ibu-ibu bersumpah serapah
Tapi siapa dia yang serakah?
Ibu-ibu hanya mengucap entah

Padamu wahai negeri
Kami persembahkan kebingungan ini
Padamu wahai negeri
Kami mendoakan kesembuhan tirani

Biodata Penulis: Syahari Ayu Bachtiar. Bekerja di Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah sejak 2019.

Ayo tulis komentar cerdas