MINTA DITUTUP - Ketua DPRD Morowali, Kuswandi didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya menemui Manajemen PT Tiran Indonesia, Rabu 27 April 2022. (Foto: Metrosulawesi/ Murad Mangge)
  • Dianggap Berada di Wilayah Morowali

Morowali, Metrosulawesi.id – Ketua DPRD Morowali, Kuswandi didampingi sejumlah anggota DPRD lainnya meninjau langsung Jetty milik perusahaan tambang nikel PT Tiran Indonesia, Rabu 27 April 2022.

Pada kesempatan itu juga wakil rakyat itu meminta perusahaan untuk menutup pengoperasian Jetty tersebut.

“Hari ini juga (red Rabu 27 April) Jetty ini jangan dioperasikan ya! Satu hal yang perlu saya tegaskan lagi, kedudukan kami di sini sebagai wakil rakyat dan kami hadir demi kepentingan masyarakat, dalam hal ini warga Desa Matarape. Termasuk Pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten Morowali,” ucap Kuswandi saat berdialog dengan sejumlah perwakilan PT Tiran Indonesia di lokasi Jetty berada.

Jetty adalah sebuah dermaga yang biasanya digunakan perusahaan pertambangan untuk kelancaran mobilisasi.

Kuswandi mengatakan, DPRD Kabupaten memiliki dasar yang legal menghentikan pengoperasian Jetty, karena letak pembangunan Jetty berada dalam wilayah administrasi Desa Materape Kabupaten Morowali, bukan wilayah Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Belum lagi berkenaan dengan perizinan Jetty, dokumen harusnya berasal dari Pemda Morowali, namun PT Tiran Indonesia hanya memiliki perizinan dari Pemerintah Kabupaten Konut. Padahal Jetty dibangun dalam wilayah Provinsi Sulteng.

“Kami anggap PT Tiran Indonesia sudah salah dalam memperoleh perizinan. Padahal menyangkut letak wilayah Jetty juga sudah pernah disampaikan Pemda Morowali, ke PT Tiran Indonesia. Bahkan Pemda Morowali meminta untuk tidak beraktivitas di Jetty. Akan tetapi, PT Tiran Indonesia masih saja mengoperasikannya,” ujarnya.

Kuswandi juga menegaskan, kalau memang perusahaan PT Tiran Indonesia menggangap memiliki banyak kepentingan dengan Jetty, mohon maaf warga dan Pemda Morowali juga jauh lebih banyak kepentingan.

“Jika mau bicara berkaitan dengan bisnis! Tegas saya katakan PT Tiran Indonesia sudah beraktivitas sejak 2017 ya! Sudah pasti telah banyak merauk pundi-pundi keuntungan. Tapi masyarakat dan Morowali dapat apa. Kami tidak mau mencampuri PT Tiran Indonesia melakukan kegiatan penambangan di atas IUP berada di wilayah Sultra,” urainya.

Kuswandi menegaskan yang menjadi rujukan DPRD Morowali agar Jetty tidak dioperasikan, berdasarkan verifikasi di lapangan titik koordinatnya wilayah Provinsi Sulteng. Dalam hal ini, Desa Matarape Kecamatan Menui Kepulauan Kabupaten Morowali.

“Mengenai wilayah itu juga ada di Permendagri Nomor 45 tahun 2010,” tambahnya.

Seharusnya pihak PT Tiran Indonesia, juga sudah bisa memahami jika izin Jetty diperoleh dari Pemda Morowali, maka Pemda dan masyarakatnya akan diuntungkan. Dalam artian, sama dengan Pemerintah Kabupaten Konut, yang mengeluarkan perizinan.

“Jetty ini berada di wilayahnya kami. Apa yang kami dapatkan sampai dengan hari ini, kan tidak ada. Tapi kalau perizinan Jetty urusannya diserahkan ke Pemda Morowali, pasti masyarakat Desa Matarape dapat dana CSR dan dana PPM lainnya. Pemda Morowali juga ada pemasukan pajak,” ujarnya.

“Jangan dioperasikan Jetty ini sebelum kita duduk bersama-sama. Supaya kami dari Pemda Morowali juga dapat mengetahui apa maunya PT Tiran Indonesia. Kalau hal ini teus dibiarkan berlama-lama tanpa ada penyelesaian, maka masyarakat dan daerah kami akan terus dirugikan,” tandas Kuswandi.

Dikesempatan ini Deputi Legal Hukum PT Tiran Indonesa Hasrun mengemukakan bahwa perusahaan tidak pernah menutup diri jika dikoreksi. Kalau ada yang salah atau keliru diperbaiki. Karena endingya untuk kelangsungan perusahaan.

“Pada dasarnya perusahaan tidak serta-merta mau beraktivitas, kalau tidak dilengkapi dokumen. Ini yang kami ikuti,” ungkap Hasrun.

Menurutnya, terhadap penentuan batas wilayah, sekiranya dalam hal ini perusahaan tidak memiliki kewenangan. Hak yang punya kapasitas untuk menentukan adalah dengan Pemerintah daerah, dua wilayah yang berbatasan.

“Apabila setelah proses, ada petunjuk bahwa Jetty ini dalam wilayah Morowali, maka kami dari perusahaan tetap akan mengikutinya. Karena itu adalah aturan,” tandas Hasrun.

Reporter: Murad Mangge
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas