Para Advokat PERADI Palu melakukan somasi terbuka kepada Hotman Paris Hutapea. Hal itu disampaikan saat konferensi pers oleh organisasi ini di kafe Tanaris Jalan Juanda , Kota Palu, Senin (25/4). (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)
  • Somasi Terbuka dari Advokat Muda Indonesia Peradi Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Bertempat di salah satu cafe di kota Palu, Senin malam, 25 April 2022, Advokat Muda Indonesia Bergerak DPC Peradi Palu, resmi melayangkan somasi terbuka kepada pengacara Hotman Paris Hutapea, terkait perseteruannya dengan Ketua Umum DPN Peradi Prof. Otto Hasibuan.

Dalam somasi terbuka itu, mereka meminta Hotman Paris Hutapea segera meminta maaf kepada seluruh anggota Peradi melalui media cetak dan media elektronik, selambat-lambatnya 3 hari sejak somasi terbuka dilayangkan.

Mewakili Advokat Muda Indonesia Bergerak DPC Peradi Palu Ahmad Yani didaulat membacakan butir butir isi dari pada somasi terbuka tersebut. Turut mendampingi, Ketua YLC Peradi Palu Ilyas M Timumun, Ketua DPC Peradi Palu Muslim Mamulai serta rekan advokat anggota Peradi lainnya.

Ahmad Yani menyebutkan, pihaknya mengecam atas segala tindakan dan perilaku Hotman Paris Hutapea, berupa pernyataan-pernyataan melalui sosial media pribadinya, atas perseteruannya dengan Otto Hasibuan bersifat meresahkan para Advokat Muda Indonesia.

“Hotman Paris Hutapea selaku publik figur yang memperkenalkan dirinya sebagai seorang advokat, telah melakukan tindakan-tindakan yang senyatanya tidak menjaga wibawa dan tidak mencerminkan profesi advokat sebagaimana dalam Kode Etik Advokat Indonesia yaitu advokat harus senantiasa menjunjung tinggi profesi advokat sebagai profesi terhormat atau officium nobile,” bebernya.

Ia mengatakan, tindakan Hotman Paris mengepos foto/video tidak sesuai dengan marwah dan nilai seorang advokat yaitu mempertontonkan tindakan atau sikap dan perilaku menjadikan perempuan sebagai objek pertunjukan, sehingga dapat menimbulkan persepsi bahwa seorang advokat bisa bertindak sewenang-wenang terhadap perempuan.

Selain itu, kata dia, Hotman Paris Hutapea menyatakan jika Peradi di bawah kepemimpinan Otto Hasibuan adalah tidak sah dengan dasar adanya Putusan MA No.997/K/Pdt/2022, merupakan pernyataan tidak seharusnya diutarakan karena bersifat tuduhan maupun persangkaan, menyesatkan dan kebohongan. Tanpa adanya bukti valid yang merupakan perbuatan melawan hukum.

“‘Mahkamah Agung menegaskan status advokat Peradi tidak terpengaruh dengan putusan MA Nomor 997 K/PDT/2022,” ucapnya.

Sementara itu, ketua DPCPalu Muslim Mamulai dalam somasi terbuka tersebut menegaskan agar Hotman Paris Hutapea segera meminta maaf di media cetak dan elektronik atas tindakannya, menyebarkan berita bohong telah meresahkan advokat PERADI di bawah kepemimpinan Otto Hasibuan.

Muslim Mamulai, meminta agar Hotman Paris menghentikan untuk mengeluarkan pernyataan-pernyataan dalam bentuk video, berupa penghinaan kepada organisasi PERADI yang sah serta menghina kepribadian Ketua Umum Otto Hasibuan.

Selanjutnya kata dia, somasi terbuka ini agar dipatuhi dalam waktu 3 X 24 jam. Jika tidak diindahkan Hotman Paris Hutapea, maka pihaknya akan mengambil upaya hukum untuk menuntut secara pidana atau mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum (PMH), sebab tindakan Hotman bertentangan dengan undang-undang dan norma kepatutan.

Selain itu Muslim Mamulai juga meminta kepada Hotman Paris untuk menyadari kesalahannya serta tidak lagi menyebarkan konten vidio yang sangat jelas mendiskreditkan dan menyatakan bahwa Peradi di bawah kepemimpinan Otto Hasibuan tidak sah, “Karena itu sangat jelas menimbulkan keresahan bagi seluruh anggota advokat yang ada di Sulteng,” tandasnya.

Selain DPC Peradi Palu, ternyata hari itu somasi terbuka untuk Hotman, juga disampaikan serentak oleh Advokat Muda Indonesia Bergerak diataranya Advokat Muda Indonesia Bergerak Jakarta, Banjarmasin, Surakarta, Tanggerang, Nusa Tenggara Barat /Lombok, Gorontalo, Samarinda, Aceh, Lampung, Ambon, Sampang, Semarang, Madiun, Magelang, Bangkinang, Makassar, Bali, Cibinong, Sidoarjo, Kalimantan Barat, Pekan Baru dan Advokat Muda Indonesia Bergerak Surabaya.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas