PEMAPARAN - Ketua Bidang Hukum Wanita Peduli Lingkungan (WPL) Provinsi Sulteng, Hj Sitti Norma Mardjanu, saat menyampaikan pemaparan penyuluhan hukum tentang perlindungan perempuan dan anak dirangkai demo ECO enzhym di Palu pada Jumat 22 April 2022. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Bidang Hukum Wanita Peduli Lingkungan (WPL) Provinsi Sulteng, Hj Sitti Norma Mardjanu, mengungkapkan pihaknya telah melaksanakan penyuluhan hukum tentang perlindungan perempuan dan anak dirangkai demo ECO enzhym di Palu pada Jumat 22 April 2022.

Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT Sulteng tahun 2022 dan peringatan Hari Kartini. Norma mengatakan WPL Provinsi Sulteng tengah konsen dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak. Olehnya WPL menjalin kolaborasi dengan lembaga terkait.

“Kita berkerjasama dalam hal mengatasi dan mencegah kekerasan terhadap perempuan seperti Libu Perempuan dan NGO lainnya,” ujar Norma, Minggu 24 April 2022.

Menurut mantan Staf Ahli Gubernur Sulteng itu, sampai saat ini masih banyak hak-hak perempuan yang termarjinalkan. Pemenuhannya membutuhkan kolaborasi mulai dari pemerintah daerah hingga lembaga-lembaga terkait.

“Ini yang perlu kita upayakan kedepannya dengan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir atau mencegah kekerasan terhadap perempuan,” ucap Norma.

Norma mengatakan penyuluhan yang dilaksanakan menjadi salah salah satu langkah agar perempuan melek atas dampak negatif atas kekerasan yang dialami. Selain itu, agar perempuan paham hak-hak yang terpenuhi dalam rumah tangga.

“Kita juga berikan pemahaman kepada masyarakat tentang pencegahan KDRT sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004,” tuturnya.

Dikatakan, bersamaan pelaksanaan penyuluhan, juga diserahkan paket sembako kepada peserta kegiatan yang dipusatkan di Yayasan Amaliah berlamat di Jalan Jati, Kelurahan Nunu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu.

“Karena ini momentum bulan Ramadan, kita juga menujukkan kepedulian dengan membagikan sembako meskipun tidak seberapa. Kita tahun saat ini masyarakat masih banyak membutuhkan perhatian kita semua. Olehnya paling tidak momentum Ramadan ini ada rasa pedulilah kepada ibu-ibu. Apalagi dengan terdampak pandemi Covid-19 bantuan sekecil apapun akan membawa manfaat, insyaallah,” tandas Norma.

Adapun materi dan demo ECO enzhym dipandu Akademisi Universitas Tadulako, Vanny Tiwow. Kegiatan turut dihadiri Ketua WPL Provinsi Sulteng, Hj Farida, beserta pengurus dan anggotanya.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas