Delis Julkarson Hehi. (Foto: Istimewa)
  • Setahun Delis-Djira Pimpin Morut

Morut, Metrosulawesi.id – Tanggal 30 April 2022 nanti, Dr dr Delis Julkarson Hehi, MARS dan H.Djira, K, S.Pd, M.Pd akan genap berusia satu tahun memimpin Pemerintahan Kabupaten Morowali Utara.

Salah satu dari 15 program strategis Delis-Djira yang akan dilaksanakan selama kurun waktu pengabdian 2021-2024 adalah penyediaan daya listrik yang cukup.

Artinya, sebelum akhir masa jabatan, daya listrik yang tersedia, khususnya listrik PLN, sudah harus mampu memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Menurut Kepala Unit Layanan Pelanggan (ULP) PT.PLN Morut Desnar Sabudu, daya listrik terpasang saat ini mencapai 19 Megawatt (MW) setelah baru-baru ini, PLTM Tomata bisa memasok daya sebesar 10 MW ke sistem kelistrikan Tompira.

PLTM Tomata, kata Desnar, memiliki tiga unit pembangkit tenaga air berkapasitas 3×3,5 MW atau total 10,5 MW. Sekarang ini, daya yang sudah berhasil masuk ke sistem kelistrikan Tompira adalah 7 MW. Bulan Mei 2022 nanti, sisa daya 3 M ditargetkan sudah masuk seluruhnya.

Jadi, daya mampu pembangkit kita saat ini tercatat 15,4 MW, sedangkan beban puncak (kebutuhan listrik saat tingkat penggunaan paling tinggi pukul 16.00 s/d 22.00 Wita) 9 MW. Artinya, pada saat beban puncak, masih ada surplus daya 6,4 MW.

“Ini menggembirakan, karena tahun-tahun sebelumnya, kita selalu defisit, paling banter pas-pasan saat beban puncak karena daya yang tersedia sangat minim. Tidak heran kalau pemadaman bergilir sering sekali terjadi,” ujar Desnar.

Lalu bagaimana soal pemadaman yang masih sering terjadi saat ini?  Desnar mengakui masih terjadi pemadaman, namun frekwensinya sudah jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Frekwensi pemadaman pada Maret 2022 misalnya, tinggal sekitar 55 kali, jauh turun dibanding bulan-bulan sebelumnya yang mencapai 80 sampai 90 kali perbulan.

Penyebab dominan terjadinya pemadaman kini bukan lagi karena kelangkaan daya, tetapi kondisi jaringan distribusi yang sering terganggu bencana alam seperti pohon tumbang atau tertimpa ranting yang patah.

Bupati Morut Delis J. Hehi kepada wartawan di kediaman dinasnya Rabu (20/4) mengatakan bila tidak ada langkah terobosan yang dilakukan Pemda dan PT.PLN, krisis listrik di Morut pada 2022 ini akan lebih parah sebab pertumbuhan beban mencapai 20 persen.

Namun lewat pendekatan yang intensif kepada manajemen PLN, penyediaan daya bisa digenjot sehingga pertumbuhan daya bisa naik 100 persen lebih, yakni dari 9 MW awal tahun 2021 menjadi 19 MW awal 2022 ini. 

Dengan posisi daya seperti ini, sambung Desnar, PLN sudah bisa membuka kembali pelayanan pasang baru dan tambah daya yang sebelumnya ditutup karena kelangkaan daya.

Saat ini, bisa melayani sambung baru untuk pelanggan rumah tangga antara 150 sampai 200 tiap bulan. Menjelang bulan ramadhan 2022, ada sekitar 450 permohonan pasang baru, dan itu bisa dilayani seluruhnya.

“Saya optimistis, akhir tahun 2022 ini, masalah kelistrikan di Morut sudah tuntas,” ujar Delis dalam jumpa pers jelang setahun pemerintahan Delis-Djira. 

Sekarang, PT. PLN sedang membangun jaringan interkoneksi kelistrikan 150 KV (SUTT) dari Tentena ke Bungku lewat Tompira. Desa Tompira bahkan jadi lokasi pembangunan Gardu Induk (GI) untuk SUTT ini. Pembangunan GI sudah hampir selesai, sedangkan jaringan distribusinya akan selesai Desember 2022. Dengan masuknya listrik dari PLTA Sulewana ratusan MW, maka kebutuhan listrik di Morut baik untuk rumah tangga maupun bisnis akan terpenuhi pada akhir 2022 ini.

Reporter: Alekson Waeo
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas