LANJUTAN - Sidang korupsi alkes poso yang menjerat mantan Direktur RSUD Poso dan dua dari pihak rekanan saat berlangsung di PN Palu. (Foto: Metrosulawesi/ Sudirman)

Palu, Metrosulawesi.id – Terpidana Dra. Surida, kembali diperiksa sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Poso tahun 2013, di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA/PHI/Tipikor Palu, Senin 18 April 2022. Terpidana Surida merupakan mantan ASN di Pemkab Poso yang lebih dulu dijerat dalam perkara korupsi ini. Saat ini Surida tengah menjalani hukuman di Rutan Poso.

Dia diperiksa sebagai saksi untuk tiga terdakwa yang kembali diadili dalam dugaan kasus ini. Ketiganya itu yakni mantan Direktur RSUD Poso, Dr Djani Moula sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan dua terdakwa dari pihak rekanan yakni Stenny Tumbelaka pemilik PT. Prasida Ekatama dan Lody Abraham Ombu pengguna PT. Prasida Ekatama pada proyek Alkes dan Pengadaan kendaraan di RSUD Poso tahun 2013 silam.

Surida yang diperiksa secara virtual langsung dari lembaga pemasyarakatan yakni rutan Poso, menerangkan bahwa dalam proyek pengadaan Alkes tahun 2013, Dia bertugas selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

“Di proyek ini yang menjadi masalahnya adalah terdapat kelebihan harga yang mulia,” ujarnya saat memberikan keterangan saksi untuk terdakwa Dr. Djani Moula, Stenny Tumbelaka dan terdakwa Lody Abraham.

Saat itu, banyak hal yang disampaikan Suridah sekaitan masalah dalam proyek pengadaan Alkes, termasuk kesalahannya sebagai PPK yang kini telah mengantarkannya mendekam di balik terali penjara. Kesalahan Surida terbesar dalam proyek ini bahwa selaku PPK dia tidak pernah membuat secara langsung dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk kegiatan pengadaan barang tersebut. Namun, Dia mengaku bertanda tangan di dokumen yang ada.

Dia membeberkan bahwa terdakwa dr Djani Moula pernah memperkenalkannya kepada terdakwa Lody Abraham.

“Waktu itu pak Direktur tidak ada menyebut kalau pak Lody Abraham adalah direktur tetapi mengatakan ke saya kalau pak Lody adalah yang akan mengerjakan proyek pengadaan alkes,” bebernya.

Dia juga menguraikan kalau dalam perkara ini, sebelumnya di PN Palu divonis bebas karena tidak terbukti bersalah. Namun karena jaksa memohonkan kasasi, hasil putusan kasasi itu berbalik menghukumnya dengan pidana penjara empat tahun. “Saat ini sedang menempuh upaya hukum yang mulia. Yakni Peninjauan Kembali terhadap putusan kasasi, semoga saja PK bisa dikabulkan,” ceritanya kepada semua pihak dipersidangan.

Dipenghujung kesaksiannya Surida mengungkapkan isi hatinya kalau Dia hanyalah sorang yang dikorban diperkara ini, atas kemauan dan permainan dari atasannya.

“Saya ini hanyalah korban dalam kasus ini. Masalah ini semua adalah akibat permainan dari Direktur Dr Djani Moula dan Amran A Madjid ST, yang mulia,” bebernya.

Amran A Madjid ST yang dimaksud terpidana Surida adalah rekannya yang sama sama ditahun 2019 lalu lebih dulu dijerat dalam proyek pengadaan Alkes Poso ini. Namun, antara keduanya berbeda. Amran A Madjid yang awalnya divonis bebas di PN Palu, saat ditingkat kasasi juga dinyatakan tidak bersalah dan dibebaskan dimana hasil putusan kasasi menguatkan putusan PN Palu. Sementara Surida sebaliknya malah dihukum 4 tahun penjara.

Reporter: Sudirman

Ayo tulis komentar cerdas