PODCAST - Suasana podcast dengan bintang tamu LPRM Sulteng beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. LPRM Sulteng)
  • Sediakan Website untuk Permudah Pemesanan

Palu, Metrosulawesi.id – Fungsinya yang memberikan kenyamanan bagi pengendara, menjadikan mobil sebagai salah satu moda transportasi yang paling diminati hingga saat ini. Dari situ pun usaha rental mobil menjamur, tak terkecuali di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Kota Palu, sebagai daerah transit dan etalase Sulawesi Tengah memicu tingginya usaha rental mobil di kawasan ini. Sejumlah pengusaha rental mobil di Kota Palu pun merasa penting membentuk wadah atau organisasi sebagai temapt bernaung, terutama sebagai payung hukum untuk melindungi dan memaksimalkan usaha mereka.

“Sebenarnya kami menyadari bahwa pengusaha rental mobil di Kota Palu dan Sulawesi Tengah ini pada umumnya tidak mempunyai wadah atau organisasi sebagai payung hukumnya. Maka beberapa pengusaha mobil bertemu membicarakan dan mendiskusikan hal ini. Setelah diskusi panjang, kita putuskan untuk membentuk suatu organisasi rental mobil. Ini juga supaya pengusaha rental mobil yang secara individu jalan sendiri itu ada payung hukumnya,” kata Sekretaris Lembaga Pengusaha Rental Mobil (LPRM) Sulawesi Tengah, Agusrianto pada salah satu acara podcast belum lama ini.

“Setelah melalui sejumlah proses untuk menjadi sebuah organisasi, maka terbentuklah nama Lembaga Pengusaha Rental Mobil disingkat LPRM Sulawesi Tengah. Nah sekarang sudah ada induk organisasi ini, induk bagi pengusaha rental mobil di Sulawesi Tengah. Misalnya mungkin teman rental yang lainnya tidak punya perusahaan, sehingga bagaimana dia mau lobby suatu instansi swasta, karena pasti memerlukan dokumen-dokumen. Nah LPRM ini kan sudah memiliki akte, dan sudah ada legalitas dari Kesbangpol, dan legalitas lainnya. Maka silahkan teman-teman rental menggunakan lembaga ini,” tambahnya.

Meski umurnya yang terbilang masih sangat muda, LPRM Sulteng telah mengokohkan kepengurusannya, yang ditandai dengan acara launching yang berlangsung semarak pada Desember 2021.

“Jumlah anggota LPRM Sulteng kini sebanyak 36 orang, yang semuanya adalah owner, bukan orang yang dititipkan mobil ya. Jadi mereka semua adalah pemilik mobil. Jadi kami putuskan tidak bisa hanya pemegang kendaraan saja bergabung di LPRM, tapi harus pemilik kendaraan. Dan Alhamdulillah, launching kami kemarin berjalan semarak. Dengan dana yang minim, alhamdulillah launching LPRM kemarin sampai bisa membagikan door prize bahkan sejumlah dealer memajang mobil keluaran terbarunya sekaligus bisa test drive. Launching di Tanaris Cafe kemarin terbilang sukses,” jelasnya.

Selain itu, kata Agusrianto mengungkapkan, pihaknya juga telah menyediakan website yakni www.LPRM.com.

“Jadi website kami ini satu-satunya di Sulteng. Jadi website ini diperuntukkan bagi teman-teman atau tamu-tamu yang ingin menggunakan jasa kami klik saja di www.LPRM.com. Disitu silahkan pengunjung memilih rental apa,dan jenis kendaraan apa yang diinginkan, jenis SUV, pick up, ada semua. Harganya pun sudah tercantum sekaligus alamat rental mobil yang dipilih juga sudah tersedia di website itu. Jadi ini sangat memudahkan customer yang ingin menggunakan mobil rental,” ungkapnya.

Selain itu, Ketua LPRM Sulteng, Andi Petta Tawang mengungkapkan, pihaknya juga kerap melaksanakan bakti sosial di daerah terdampak bencana.

“Beberapa waktu lalu waktu bencana terjadi di Mamuju-Majene, alhamdulillah LPRM Sulteng turun memberikan bantuan. Begitu juga banjir yang terjadi di Desa Rogo, Kabupaten Sigi, LPRM Sulteng turun memberikan bantuan. Ini wujud kepedulian LPRM Sulteng sebagai organisasi masyarakat,” jelasnya.

Andi Petta Tawang menambahkan bahwa menjadi anggota LPRM Sulteng cukup mudah.

“Ada pengisian formulir keanggotaan. Dalam AD/ART kami ada namanya uang pendaftaran dan iuran bulanan, mereka harus mematuhi itu sebelum mereka masuk. Uang pendaftaran itu sebesar Rp150 ribu. Kami juga tidak sembarang menerima anggota, kami harus tatap muka wawancara, jangan sampai mereka masuk hanya cari untung saja. Karena lembaga bukan tempat cari untung, ada usaha masing-masing. Lembaga ini berfungsi sebagai payung hukum,” jelasnya.

“Ke depannya kami akan membuka DPD, ada dua kabupaten yang sudah ok, yaitu Parigi Moutong dan Poso. Saya ajak semua teman-teman yang belum bergabung, ayolah bergabung di LPRM. Karena kita memiliki payung hukum, artinya resmi dan legal,” tutupnya.

Reporter: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas