Pelayanan di salah satu teller Bank Syariah Indonesia (BSI). (Foto: Metrosulawesi/ Fikri Alihana)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mendapatkan kepercayaan menjadi salah satu bank penyalur dana dukungan likuiditas pembiayaan bagi perumahan untuk MBR (masyarakat berpenghasilan rendah) atau program KRP FLPP Sejahtera.

“Tahun 2022, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mengalokasikan dana sebesar Rp23 Triliun yang dialokasikan kepada seluruh bank penyalur dana FLPP,” kata Wakil Direktur Utama 1 PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) Ngatari dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/4/2022).

Secara nasional, ia mengungkapkan penyaluran pembiayaan FLPP BSI hingga Desember 2021 mencapai Rp 5,8 Triliun dengan total penjualan lebih dari 48.114 unit rumah yang tersebar di area Aceh, Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Banjarmasin dan Makassar.

“BSI terpilih bersama 37 bank umum yang siap memberikan layanan pembiayaan FLPP KPR Sejahtera kepada masyarakat berpenghasilan rendah,” tuturnya.

Dirinya mengatakan bahwa untuk kesiapan BSI memberikan layanan yang optimal bagi seluruh nasabah. Sehingga, lanjut Ngatari, keberadaan bank syariah di Indonesia bisa berdampak bagi masyarakat khususnya dengan adanya sinergi dan komitmen BSI.

“BSI siap memfasilitasi masyarakat berpenghasilan rendah untuk dapat memiliki rumah yang layak, fasilitas umum yang memadai tentunya dengan harga yang sesuai dengan penghasilan segmen MBR,” ujarnya.

Penyaluran pembiayaan BSI didominasi oleh pembiayaan konsumer khususnya griya. Untuk itu, BSI serius menggarap pembiayaan griya dengan prudent, aman, dan memiliki tarif kompetitif. Tentunya dengan tetap menjaga kualitas pembiayaan dibawah 3%.

“Hal ini semakin melengkapi komitmen BSI untuk melayani seluruh kalangan, sehingga memperkuat peran bank syariah dalam mengimplementasikan maqashid syariah yakni membawa kemakmuran dan keberlanjutan melalui kepemilikan rumah,” ujarnya menambahkan.

Untuk tahun 2022 ini, BSI memiliki berbagai strategi yang akan dilakukan guna mempercepat pertumbuhan konsumer pada kuartal pertama yakni menyasar segmen nasabah dengan fixed income, wirausaha serta nasabah-nasabah payroll BSI. (fik/**)

Ayo tulis komentar cerdas