Syamsudin. (Foto: Ist)

==============================

Samsudin Lasambu (52) menjadi salah satu pelatih di Sulawesi Tengah, yang berhasil mencetak sejarah gemilang, terutama dalam kompetisi sepakbola usia dini. Berhasil membawa SSB sinar Baiya U13 dan Palu Selection U12 menyandang gelar juara di kancah nasional, adalah bukti ‘tangan dingin’ juru taktik kelahiran Bitung ini.

============================

SAMSUDDIN  Lasambu (52) menjadi salah satu pelatih yang berhasil mencetak sejarah baru dalam persepakbolaan di Sulawesi Tengah. Tak tanggung-tanggung, pria kelahiran Bitung ini berhasil membawa Sekolah Sepak Bola (SSB) Sinar Baiya meraih empat gelar yang salah satunya adalah kompetisi nasional usia dini.

Prestasi pria yang akrab disapa coach Sam ini membuncah tepat di tahun 2019. Puncaknya, SSB Sinar Baiya U13 berhasil jadi kampiun Liga Farmel di Jakarta. Saat itu anak asuhannya berhasil menumbangkan tim favorit Juara, Farmel Red Tanggerang dengan skor 2-1.

Di tahun yang sama, kehadirannya mampu membuat SSB Sinar Baya meraih tiga tropi lainnya, yakni juara satu Aqua Danone region Sulteng, kampiun piala walikota Palu, dan juara satu piala Ketua Fossbi Sulteng.

Setelah itu, pada awal tahun 2022, Samsudin kembali berhasil mengantarkan Palu Selection U-12 juara ketiga Piala FOSSBI tingkat nasional di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Itu belum terhitung dengan puluhan tropi lainnya di liga antar kampung (Tarkam).

Sejumlah gelar sepakbola usia dini adalah pengukuhan sejarah baru sepanjang kiprah tim di Sulteng. Belum ada satu tim di Sulteng yang berhasil menyamai rekor tersebut di ajang kompetisi nasional. Dua gelar di level nasional adalah buah semangat Samsudin dalam menangani tim sepakbola usia dini.

“Tahun 2019 adalah momen paling mengesankan bagi saya, karena di situ SSB Sinar Baiya memecahkan rekor sebagai salah satu tim di Sulawesi Tengah paling banyak mendapat tropi dalam setahun sepanjang sejarah,” kata Samsudin saat ditemui Metrosulawesi di kediamannya di Kelurahan Baiya, Kota Palu, Kamis (08/04/2022).

Niat Tulus Pembinaan

Samsudin resmi mengawali karir kepelatihannya di SSB sinar Baiya pada tahun 2009. Saat itu, dia lebih sering menekuni pekerjaanya sebagai tenaga honorer di Pt Pelindo. Sebab tak ada gaji dalam menangani tim. Manajemen SSB tak meminta pungutan kepada anak-anak. Apalagi saat itu Sam tak memiliki lisensi sebagai pelatih profesional.

“Dulu sampai sekarang kan di SSB Sinar Baiya memang tak ada lagi minta pungutan kepada anak-anak, palingan biasa uang sukarela dikasi orang tua kepada saya,” kata Samsudin.

Sama seperti pelatih pada umumnya, Sam ialah mantan pemain sepakbola. Dia mengawali karir profesional saat bergabung bersama tim Persito saat baru merantau ke Kabupaten Toli toli. Tak ada prestasi mentereng diraihnya selama jadi pesepakbola apalagi, direkrut oleh tim elit kompetisi nasional. Jadi pemain gelandang, hasil terbaiknya hanyalah mampu jadi runner up di liga tarkam.

“Di umur 35 tahun saya masih bisa bermain bola antar kampung, Cuma tahun 40 itu sudah berhenti total dan kerja honor di Pt Pelindo Pantoloan setelah itu ketika nda ada panggilan untuk melatih kerja sampingan jadi sopir angkot,” kata dia.

BERSAMA ANAK DIDIK – Samsudin bersama pemain usia dini yang diasuhnya. (Foto: Metrosulawesi/ Addi Pranata)

Samsuddin kian serius di dunia kepelatihan dengan mengikuti program lisensi D pada tahun 2013. Terakhir dia mengikuti pelatihan lisensi C kepelatihan. Dari situ, dia kian banyak tawaran jadi pelatih. Tak hanya melatih tim usia dini, dia sempat jadi kepala pelatih tim Persbul Kabupaten Buol di liga tiga region Sulteng musim 2021/2022. Di sana dia gagal membawa Persbul Buol lolos ke putaran Nasional.

Kesuksesannya ternyata diraih selama jadi pelatih sepak bola usia dini.

Meski hanya sebuah akademi kelas Kelurahan yang minim pembiayaan, SSB Sinar Baiya mampu dibawa bersaing dan menorehkan prestasi yang luar bisa. Tak terhitung puluhan tropi juara di semua ajang kompetisi berjejer rapi di kediamannya.

Sam mengakui kebehrasilannya tidak dipungkiri berkat caranya meniru mantan pelatih timnas Garuda U-22, Indra Syafri, yang sangat mengutamakan pembinaan sepakbola usia dini dan merekrut pemain hingga menjamah ke pelosok desa. Torehan itu juga tidak dipungkiri adalah buah dari ketekunan, keikhlasan, dan semangat Samsudin selama jadi juru taktik.

“Saya punya prinsip, sesuatu yang kita kerjakan dengan niat tulus dan tekun, bukan semata-mata cari untung, insyaallah pasti selalu ada jalan yang tuhan berikan,” kata dia.

Pilih Latih Usia Dini

Meski sempat melatih tim senior, Sam mengakui lebih memilih melatih anak-anak yang baru belajar teknik bermain bola. Anak usia dini, kata dia, lebih memiliki semangat dan mudah diatur. Tak seperti pemain senior, yang tak jarang seenak semaunya. “kalau anak-anak ini kan mereka masih semangat sekali, jadi kadang kalau latihan datang tepat waktu, beda dengan senior yang kadang sangat kurang disiplin,” ucapnya.

Taktik dalam bermain jadi urusan kedua dalam melatih anak-anak. Yang utama adalah mental. Hal ini bisa dibangun dengan memahami karakter mereka dengan baik. Itu pula yang dipraktikan Sam selama melatih anak-anak usia dini. Dia mengakui hal ini pekerjaan berat. Namun itu membuatnya tak patah semangat jadi pelatih sekaligus orang tua anak asuhnya di SSB.

“Akhlak dan mental itu penting ditanamkan kepada anak-anak. Biar main bagus kalua mental kurang, itu tidak bakal jadi apa-apa,” kata Sam. “Kuncinya kita harus paham karakter anak anak itu bagaimana,”.

Telah mampu mengantarkan SSB Sinar Baiya dan Palu Selection juara membuat Samsuddin merasa puas. Dia pun kini dipercayai mengarsiteki tim Persipal U-12 yang baru saja dibentuk. Sam berambisi membawa anak asuhanya jadi kampiun kejuaraan Singa Cup yang berlangsung bulan April mendatang.

Jika berhasil menjadi juara, Sam bukan tidak mungkin kembali mencatatkan namanya dalam sejarah. Apalagi dua tim Persipal sebelumnya harus angkat koper di Kompetisi Nasional. Gagal di kompetisi Piala Soeratin U-17 dan gagal lolos ke babak 32 besar liga tiga putaran nasional. 

“Kemarin kan Persipal dua tim sudah gagal, jadi saya punya motivasi untuk memberikan yang terbaik kepada Persipal, semoga bisa berbicara lebih jauh. InsyaAllah,” ujar Sam. Selamat berjuang coach!.  (adi pranata)

Ayo tulis komentar cerdas