Presly Tampubolon. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Presly Tampubolon mengharapkan, Kementerian PUPR dan ATR BPN yang menjadi prioritas lintas sektor menangani Hunian Tetap (Huntap), agar dapat melakukan percepatan-percepatan pembangunan Huntap di Kota Palu.

“Kita harus memperhatikan aspek kemanusian warga Kota Palu, yang sudah lama menunggu kurang lebih tiga tahun, kami berharap agar lebih dipercepat pembangunan Huntap, kasian warga kita ini,” kata Presly, melalui ponselnya, belum lama ini.

Presly mengatakan, pembangunan Huntap ini dilakukan oleh Kementerian PUPR, sementara unsur pendukungnya ATR BPN tentang pertanahanya, sedangkan pemerintah Kota Palu tentang warga terdampaknya.

“Kami dari pemerintah kota Palu telah siapkan semua, baik dari aspek warga sekitar lahan Huntap, bahkan sudah kita fasilitasi kesepakatannya. Kemudian dari kesiapan warga terdampak sudah kita serahkan ke ATR BPN dan PUPR untuk kesiapan jumlah pembangunanya,” ujarnya.

Namun kata Presly, sekali lagi terkait realisasi pembangunanya, berdasarkan rapat bersama perwakilan PUPR yang ada di Provinsi, bahwa mereka akan tindaklanjuti kepada Kementerian PUPR, dengan Mutual check awal (MC-0), sehingga mereka yang akan melakukan koordinasi lanjut terhadap sumber pembiayaan.

“Jadi kapan dibangunnya dan seperti apa prosesnya, itu sudah domainya dari Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Menurut Presly, berdasarkan hasil verfikasi dan validasi BPBD bersama Kementerian PUPR, untuk jumlah Huntap yang dibangun di Tondo dua itu sebanyak, 1.933, sementara di Talise itu 1.004 Huntap, kemudian di Petobo kurang lebih 650 Huntap.

“Disamping itu dari Dinas Perumahan dan Pemukiman juga ada menangani Huntap Satelit, dan itu juga sudah diajukan kepada Kementerian PUPR. Kemudian dari PUPR ini ada juga menangani Huntap-Huntap Mandiri, maka terkait jumlah Huntap yang mereka bangun, mereka yang lebih mengetahuinya,” katanya.

Selain itu, Presly juga berharap, Huntap-Huntap yang sudah diserahkan untuk dihuni, misalnya di AHA Center, Balaroa, Duyu, Buddha Tzu Chi, Mandiri, agar betul-betul ditempati. Haruslah mereka bersyukur mendapat rumah tetapi kalau tidak ditempati betapa kurang baiknya, coba jika bandingkan dengan yang belum mendapatkan.

“Maka kedepan kita akan melakukan lagi monitoring terhadap rumah-rumah selesai dan sudah diserahkan kuncinya, namun tidak ditempati, tentunya kita akan lakukan lagi penegasan-penegasan agar mereka tempatinya dengan baik. Bagi yang belum, mohon bersabar karena proses ini sudah kita serahkan tindaklanjutnya, kepada kewenangan pembangunanya yakni Kementerian PUPR,” pungkasnya.

Reporter: Moh. Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas