DILIBURKAN - Siswa SMP Negeri 1 Parigi saat melaksanakan ujian beberapa waktu lalu. (Foto: Dok. SMP Negeri 1 Parigi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Parigi, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah terpaksa dihentikan sementara. Hal itu karenakan sejumlah siswa sakit.

Pemberlakuan libur sementara tersebut disampaikan oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Parigi, Ikbal Abdul Azis Maro kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (25/2/2022).

Kata dia, kebijakan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi jika beberapa anak sakit terpapar Covid-19.

“Apakah itu COVID-19 atau tidak kami belum tahu. Cuma persoalanya banyak anak-anak yang flu, batuk, dan demam,” ungkapnya.

Saat ini, tim satuan tugas (Satgas) COVID-19 sekolah sedang melakukan penelusuran. Namun hingga kini pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan apakah para siswa tersebut terpapar COVID-19 atau tidak.

Kebijakan penundaan kegiatan belajar mengajar oleh pihak sekolah, mulai diberlakukan Jumat (25/2/2022) hingga Senin (28/2/2022). Oleh karena itu, selama empat hari libur, siswa diimbau agar tidak beraktivitas di luar rumah.

“Selama masa libur, kami terus melakukan pemantauan terhadap siswa bersama tim Satgas COVID-19 sekolah,” tutur Ikbal.

Ikbal menerangkan bahwa beberapa bulan terakhir PTM di dilaksanakan 50 persen, seiring capaian vaksinasi terhadap siswa di sekolah tersebut mencapai angka lebih dari 90 persen pihak sekolah akhirnya memberlakukan kegiatan tatap muka secara full namun menerapkan sistem sif pagi-siang agar tidak terjadi kerumunan.

“Dalam proses belajar mengajar di sekolah, kami menerapkan protokol kesehatan (prokes) ketat,” tegasnya.

Meski dilakukan penundaan sementara PTM, pihak sekolah tetap menerapkan kegiatan belajar menggunakan metode daring, agar siswa tidak ketinggalan pelajaran.

“Pelaksanaan pembelajaran kami pantau dari sekolah. Guru dan staf tetap melaksanakan kegiatan sesuai tugas masing-masing,” tandasnya.

Reporter: Faiz M. Sengka
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas