AUDIENSI - Jajaran komisioner KPID Sulawesi Tengah periode 2022-2025 audiensi dengan Ketua DPRD Sulawesi Tengah, DR Hj. Nilam Sari Lawira, SP.MP, di Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Selasa (18/1/2022). (Foto: Ist/ Dok. KPID Sulawesi Tengah)
  • KPID Sulawesi Tengah Audiensi Dengan Ketua DPRD Sulawesi Tengah

Palu, Metrosulawesi.id – Bertempat di ruang kerja Ketua DPRD Sulawesi Tengah, di Jalan Samratulangi, Kelurahan Besusu Tengah, Kota Palu,  jajaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah menggelar audiensi yang diterima langsung oleh Ketua DPRD Sulawesi Tengah, DR Hj. Nilam Sari Lawira SP.MP, Selasa 18 Januari 2022.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua KPID Sulawesi Tengah, Indra Yosvidar, memperkenalkan komisioner KPID Sulawesi Tengah periode 2022-2025 yang baru dilantik pekan kemarin oleh Gubernur Sulawesi Tengah, H, Rusdy Mastura.

Komisioner KPID Sulawesi Tengah yang ikut dalam audiensi dengan Ketua DPRD Sulteng, antara lain, A.Kaimuddin selaku Wakil Ketua merangkap anggota Bidang Kelembagaan, Yeldi S Adel selaku Koordinator Bidang Kelembagaan, Muhammad Wahid selaku Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran, Ricky Yuliam, anggota Pengawasan Isi Siaran, M. Ramadhan Tahir selaku Koordinator Bidang Perizinan serta Abdullah, anggota Bidang Perizinan.  

Selain memperkenalkan jajaran KPID Sulawesi Tengah, para komisioner juga menyampaikan tugas dan wewenang dari KPID Sulawesi Tengah, serta rencana kerja tiga tahun ke depan sesuai dengan masa kerja KPID Sulawesi Tengah,

Ketua DPRD Sulawesi Tengah, Nilam Sari Lawira, menyampaikan selamat atas pelantikan KPID Sulawesi Tengah, dan menyampaikan terima kasih atas kunjungan jajaran KPID Sulawesi Tengah di DPRD Sulawesi Tengah.

Kepada para komisioner, Nilam Sari Lawira yang akrab dengan sebutan NSL,  berpesan agar kepengurusan KPID Sulawesi Tengah periode saat ini, dapat bekerja sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang 32 tahun 2002 tentang penyiaran.

‘’Harapan kami KPID Sulawesi Tengah ini, bekerja dengan baik dan dapat menjalankan tugasnya sesuai yang diamanatkan dalam Undang-Undang penyiaran,’’ pintanya.

Disamping itu, kata NSL, hal yang terpenting kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah dapat harus terlindungi dari konten-konten yang disiarkan lembaga penyiaran.

‘’Masyarakat harus menikmati isi siaran yang bermanfaat dan memberikan nilai positif. Lembaga penyiaran harus diawasi sehingga penyampaian pesan-pesan atau siaran positif benar-benar diterima oleh masyarakat di Sulawesi Tengah,’’ urai politisi NasDem ini.  

Suasana diskusi jajaran KPID Sulawesi Tengah dengan Ktua DPRD Sulawesi Tengah, DR Hj. Nilam Sari Lawira, SP.MP. (Foto: Ist/ Dok. KPID Sulawesi Tengah)

Lebih jauh, NSL yang merupakan wanita pertama memimpin DPRD Sulawesi Tengah ini, mengatakan, kepedulian lembaga penyiaran, baik itu televisi maupun radio  dapat diwujudkan dengan membuka ruang yang luas bagi anak-anak untuk berkarya. Ruang tersebut berupa program anak-anak yang berisikan edukasi dan kreativitas.

Termasuk pemberdayaan untuk kaum perempuan, kata NSL, selain tetap menegakkan fungsi edukasi kepada masyarakat. Hal ini dikarenakan lembaga penyiaran memiliki peran yang sangat strategis dalam mempengaruhi persepsi masyarakat lewat berbagai bentuk siaran yang diproduksinya.

Realitas tentang tingginya kekerasan pada anak dan perempuan ini membutuhkan perhatian dan partisipasi banyak pihak dalam memberi edukasi dan advokasi. Termasuk di dalamnya kontribusi dari televisi dan radio yang masih menjadi pemilik daya pikat tertinggi di tengah masyarakat.

Selain program berita, jelas NSL, lembaga penyiaran diharapkan dalam setiap produksi program siaran, baik berupa sinetron, infotainment, variety show, dan program siaran lainnya selalu menunjukkan prinsip yang mendukung perlindungan anak dan perempuan.

“Tidak bisa dipungkiri jika lembaga penyiaran seperti televisi memiliki tingkat penetrasi tinggi dan semestinya hal itu dapat diarahkan dengan penyampaian pesan-pesan atau siaran positif,” jelas NSL.

Mengakhiri harapannya, NSL, juga meminta komisioner untuk aktif melakukan sosialisasi baik menyangkut kelembagaan KPID itu sendiri, serta pembedayaan masyarakat agar melek terhadap penyiaran.

Diakhir audiensi Ketua DPRD  Sulawesi Tengah foto bersama dengan jajaran KPID Sulawesi Tengah. (*/is)

Ayo tulis komentar cerdas