Moh. Yasin. (Foto: Metrosulawesi/ Tamsyir Ramli)

Donggala, Metrosulawesi.id – Memasuki awal tahun 2022, Pemkab Donggala mengajukan dua ranperda untuk dijadikan peraturan daerah ke DPRD Dongggala.

Dua ranperda yang disampaikan dalam rapat paripurna Rabu 12 Januari 2022 itu adalah ranperda tentang pajak daerah, dan ranperda rencana jangka menengah daerah tahun 2019-2024.

“Dua ranperda ini diajukan di luar program legislasi daerah tahun 2021, karena dua ranperda pajak dan ranperda rencana jangka menengah tahun 2019-202 sangat penting dan mendesak untuk ditetapkan,” kata Wakil Bupati Donggala Moh Yasin Rabu 12 Januari 2022 di kantor DPRD Donggala.

Ia menjelaskan, berdasarkan UU 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah memberikan amanat kepada pemerintah daerah untuk melakukan pungutan terhadap 11 jenis pajak daerah.

Hal ini dimaksudkan agar pemerintah daerah memiliki keluasan dalam membangun sistem dan prosedur pemungutan pajak daearah sesuai dengan kondisi daerah masing-masing dengan tetap berlandas pada peraturan perundangan yang lebih tinggi.

“Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2011 tentang Pajak Daearh yang menjadi landasan hukum dalam pemungutan pajak perlu untuk dilakukan perubahan pasal yang mencantumkan penetapan tarif pajak secara permanen,” sebutnya.

“Contoh itu pajak sarang walet yang ditetapkan tarif secara permanen sebesar 10%, tetapi setelah dilakukan sosialisasi di seluruh kecamatan pelaku usaha sarang burung walet bersepakat pajaknya 5% saja. Begitu juga pajak mineral bukan logam (pajak andalan/primadona) di Kabupaten Donggala perlu dilakukan intervensi dari sisi penyesuaian tarif agar dapat menjaga stabilitas pasar,” jelasnya.

Ditambahkannya penyesuaian tarif pajak perlu dilakukan secara rasional dengan memperhatikan kondisi ekonomi dan kemampuan wajib pajak, sehingga tidak menyulitkan bagi pemerintah daerah untuk melakukan penyesuaian tarif sesuai kondisi daerah apabila terjadi gejolak perekonomian di Kabupaten Donggala.

“Kami harap DPRD bisa membahas dua usulan ranperda ini, sehingga kita bisa memaksimalkan pembangunan berkelanjutan,” tutupnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas