dr Jumriani Yunus. (Foto: Ist)
  • Lansia, Sasaran Pertama Vaksin Booster

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah memulai vaksinasi Covid-19 dosis booster pada Rabu 12 Januari 2022. Pelaksanaan ini sesuai yang ditetapkan pemerintah pusat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Provinsi Sulteng, dr Jumriani Yunus, mengungkapkan lansia menjadi sasaran pertama vaksin dosis booster di daerah ini.

“Sudah mulai dari kemarin, tapi baru lansia. Kalau yang masyarakat umum setelah dosis satu lansia mencukupi 60 persen,” ungkapnya kepada Metrosulawesi, Kamis 13 Januari 2022.

Jumriani mengatakan baru Pemprov yang memulai vaksin booster di Sulawesi Tengah. Sementara untuk tingkat pemerintah kabupaten/kota keputusan pelaksanaannya diserahkan ke bupati/wali kota.

“Kick off-nya mulai besok. Sigi melaksanakan mulai 14 Januari. Kabupaten lain terserah kapan mau melaksanakan,” ujarnya.

Adapun lansia menjadi sasaran pertama vaksin booster karena yang paling rentan terjadi kematian saat terpapar Covid-19. Ini disebabkan adanya penyakit penyerta atau komorbid yang umumnya diderita lansia.

“Lansia dengan banyak penyakit penyerta dan umur harus diprioritaskan untuk mendapat vaksin. Jangan sampai masyarakat yang muda didahulukan sementara lansia pas mau vaksinasi sudah tidak ada vaksin,” jelas Jumriani.

Dinkes menargetkan semua lansia menjadi sasaran vaksin dosis booster yang pelaksanaannya kolaborasi dengan kabupaten/kota secara gratis. Namun demikian kata Jumriani, tidak ada paksaan untuk mengikuti vaksin booster.

“Booster ini bukan wajib, bukan dipaksakan. Yang mau ikut silakan, yang tidak mau rugi sendiri,” ucapnya.

Dikatakan, syarat untuk mengikuti vaksin booster harus sudah divaksin Covid-19 dosis kedua dengan jangka waktu minimal enam bulan. Vaksin yang tersedia antara lain Pfizer, AstraZeneca, dan Moderna.

“Jadi kalau yang vaksin dosis kedua Juni atau Juli, sudah boleh ikut booster sekarang. Tapi yang dosis kedua bulan Agustus, belum boleh, karena persyaratannya minimal enam bulan,” tandas Jumriani.

Diketahui, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pusat telah memberikan persetujuan penyuntikan vaksin Covid-19 booster/dosis lanjutan, pada 10 Januari 2022. Vaksin yang disetujui di antaranya Biofarma, Comirnaty Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas