Hadianto Rasyid. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)
  • Plt Sekdakot Palu Menuai Ragam Opini

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulteng, H Rusdy Mastura telah menunjuk Richard Arnaldo Djanggola sebagai pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kota (Sekdakot) Palu. Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid selaku user mengaku tidak tahu menahu soal pengangkatan Richard tersebut.

Ditemui di kediamannya, Selasa pagi 11 Januari 2022, Hadianto mengatakan sebelumnya, sudah memasukkan usulan nama untuk menjabat sebagai Plt Sekdakot.

“Saya sudah usulkan nama Bapak Abidin Ahmad dari BKD Kota Palu,” katanya kepada Metrosulawesi.

Hadi juga membantah adanya pesanan atau kebocoran nama-nama yang diusulkan.

“Tidak ada ‘kebocoran-kebocoran’ (nama pejabat) itu, tidak ada pesanan. Bahkan usulan (nama) dari kami kan sudah masuk. Selain itu karena aturannya memang setiap (tiga) tahapan dan seleksi itu diumumkan,” jelas Hadi.

“Malah saya serahkan sepenuhnya kepada tim seleksi dua (orang) dari provinsi kemudian dari akademisi. Saya tidak ada lakukan intervensi. Silakan tanya ke tim seleksi,” tambahnya.

Hadianto tidak menjelaskan alasan Richard dijadikan Plt Sekdakot Palu.

“Yang menentukan usulan itu adalah Pemkot. Jadi kalau misalnya usulan pertama tidak disetujui, maka Pemkot mengajukan usulan ke dua. Dan tetap masih kewenangan atau hak prerogatif Pemkot,” tandasnya.

Penunjukan Richard sebagai Plt Sekdakot menuai ragam opini di lingkungan ASN Pemkot. Salah satu opini itu berbunyi ‘tidak elok’ karena Richard berstatus pejabat provinsi, dan mengapa tidak mengangkat pejabat dari kalangan Pemkot Palu.

Seperti diketahui, Pemkot sempat mengalami kekosongan Sekdakot setelah pejabat sebelumnya, Asri memasuki masa pensiun pada 1 Januari 2022 lalu.

Untuk mengisi jabatan Sekdakot, Pemkot sudah membentuk tim seleksi. Hasilnya ada sembilan nama ASN Pemkot Palu yang masuk bursa seleksi Sekdakot. Dari 9 nama itu, tiga di antarnya masuk tiga besar, yakni Irmayanti (Kepala DLH Palu) mengantongi nilai 89,53, kemudian Imran (Asisten Administrasi Perekonomian) dengan skor 87,50 dan Eka Komalasari (Kepala DPMPTSP), dengan nilai 87,47.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas