JEMBATAN RUSAK - Kondisi jembatan di Jalan H Hayun Kelurahan Baru Tolitoli yang rusak. (Foto: Metrosulawesi/ Aco Amir)

Tolitoli, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Tolitoli Sahabuddin ST atau sering disapa panggilan nama Bucek mengungkapkan, pembangunan jembatan di Jalan H Hayun Kelurahan Baru terkendala tiang gardu listrik milik PLN.

Tepat di sisi jembatan berdiri kokoh tiang gardu dan jika mau melakukan pembangunan jembatan terlebih dulu dipindahkan gardu tersebut.

“Kami sudah menyurati PLN soal pemindahan tiang gardu dan tinggal menunggu respons pihak PLN, jika gardu itu sudah dipindahkan baru akan mulai dilakukan pembangunan jembatan,” jelas Bucek ditemui di ruang kerjanya, Selasa (11/1/2022).

Dia mengatakan, jembatan rusak itu tidak memungkinkan lagi untik diperbaiki darurat melainkan dibongkar total dan dibangun baru.

Dikatakan soal keberadaan jembatan itu telah masuk dalam program kerja PU tahun 2022.

Kabid Bina Marga Tolitoli juga menyebutkan besaran dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jembatan itu sekitar Rp.800 juta.

“Umur jembatan itu sudah 20 tahun lebih dan memakai konstruksi rangka baja, namun seiring perjalanan waktu rangkanya mengalami keropos akibat kontaminasi air garam sehingga tidak bisa diperbaiki atau diakali,” jelasnya.

Dikatakan, jembatan itu akan dibuat baru dengan konstruksi dari beton yang dianggap lebih tahan lama meski terkena air garam.

Dia berharap kepada pengguna jalan agar sedikit bisa bersabar dan dipastikan tahun 2022 akan dibangun kembali jembatan tersebut.

Sementara itu, sejumlah warga berharap tahun ini Dinas PU segera memperbaiki jembatan rusak di Jalan H Hayun Kelurahan Baru,Tolitoli.

Pasalnya, sejak pertengahan tahun 2021 hingga kini jembatan tersebut belum juga diperbaiki bahkan ada kesan dibiarkan kondisinya seperti begitu.

Budi (37), sopir angkot kepada media ini mengatakan sebelum jembatan itu rusak dia sering mengantar penumpang kapal Ferry tujuan Kalimantan dari Kelurahan Tambun menuju pelabuhan yang berada di Tanjung Batu lewat di atas jembatan tersebut.

Dia menyebut jika melewati jembatan itu aksesnya lebih cepat. Namun akibat rusaknya jembatan itu terpaksa dia harus menempuh jalur lain dan memakan waktu untuk sampai di dermaga.

“Akses menuju jembatan itu dipasangi rambu dan hanya dapat dilewati pemotor mengingat bobot motor lebih ringan ketimbang mobil dan kita harus cari jalur lain untuk menuju dermaga Ferry,” ungkap Budi.

Budi berharap tahun ini dinas terkait yang menangani infrastruktur untuk kepentingan umum secepatnya dapat membangun kembali jembatan tersebut.

Reporter: Aco Amir
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas