Marcelinus. (Foto: Istimewa)

Palu, Metropsulawesi.id – Anggota DPRD Kota Palu Marcelinus menyoroti penyaluran bantuan peralatan olahraga yang dianggarkan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Palu.

Ini menyusul adanya dua kelompok pemuda penerima bantuan meja pingpong yang tidak memadai.

Politikus Perindo ini mengungkapkan meja pingpong tersebut tidak diberikan secara lengkap sesuai permohonan kelompok pemuda dalam proposal yang mereka ajukan. Bantuan hanya sebatas meja tanpa dilen bet, jaring dan bola.

Sudah begitu beber Marcelinus, salahsatu meja yang diberikan tersebut dalam kondisi patah

“Terpaksa diperbaiki sendiri oleh kelompok pemuda tersebut,” ungkap Marcel, sapaan akrabnya, Kamis 6 Januari 2022.

Ia mensinyalir, meja yang disalurkan tersebut adalah meja yang sudah lama tersimpan dalam gudang gudang Dispora Palu. Lalu seolah-olah baru saja dianggarkan pada APBD perubahan tahun 2021.

Karena menurutnya, pihak Dispora Palu ia ketahui memasukkan usulan anggaran pengadaan meja pingpong dalam APBD perubahan tahun 2021 dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA).

“Idealnya, kalau itu ada dalam DPA maka seharusnya ada belanja yang mereka lakukan. Tapi setelah saya cek langsung di gudang Dispora, tidak ada meja baru yang mereka adakan,” bebernya.

Lalu sebut Marcel, seandainya saja memang tak ada belanja peralatan olahraga dalam DPA Dispora Palu dalam APBD perubahan tersebut, maka seharusnya pula tidak perlu menyalurkan bantuan tersebut kepada pemohon.

“Inikan aneh. Kalau memang belum ada anggaran alat olahraga dalam perubahan APBD, maka bantuan itu jangan dulu diberikan,” jelasnya lagi.

Iapun menyayangkan sikap sejumlah pegawai Dispora Palu yang kurang menyambutnya secara baik sewaktu datang langsung ke kantor tersebut untuk menanyakan kejelasan bantuan.

Menurutnya, pegawai negeri setidaknya menunjukkan etika kepada Anggota DPRD. Karena ia mengaku datang dalam kapasitas Anggota DPRD untuk melakukan pengawasan.

“Seakan-akan kita ini masyarakat biasa yang datang kepada mereka. Bukan karena saya mau dihargai. Tapi ini soal marwah legislatif. Seandainya saya datang sebagai masyarakat biasa, itu tidak masalah. Jadi saya ucapkan sama mereka, nanti kita ketemu dalam pembahasan anggaran perubahan 2022 mendatang,” pungkasnya. (bj*)

Ayo tulis komentar cerdas