Wapres KH Ma’ruf Amin didampingi Gubernur Sulteng H Rusdy Mastura saat kunjungan kerja di Palu, Kamis (6/1). (Foto: Admin Pimpinan)

Palu, Metrosulawesi.id – Desa Pombewe, Kabupaten Sigi menjadi lokasi pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana 28 September 2018 lalu.

Pembangunan huntap di Pombewe mengusung konsep smart village sehingga warganya dapat meningkatkan perekonomian mereka.

“Saya minta Pak Wakil Menteri PUPR supaya Pombewe disiapkan pembangunan huntap dengan model smart village,” kata Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin ketika memimpin Rapat Penuntasan Pemulihan Pascabencana Sulawesi Tengah, di Ruang Rapat Polibu Lantai 3, Kantor Gubernur Sulteng, Kamis (6/1).

Wapres menjelaskan, smart village berarti wilayah yang dijadikan huntap tidak hanya menjadi tempat penghunian, tetapi juga mendukung aspek-aspek terkait perekonomian, seperti disiapkan bagaimana cara bercocok tanam atau menjadi pengusaha UMKM.

“Mungkin itu bisa menjadi model juga apabila [pembangunan huntap] terjadi di mana-mana. Yang kita sediakan bukan hanya rumah tapi juga kegiatan ekonomi mereka,” jelasnya.

Huntap Pombewe memiliki luas lahan 362 Ha. Kapasitas Huntap terdiri dari 1.500 unit (972 unit selesai dibangun; 205 unit sedang dibangun; dan 40 unit masih dalam perencanaan).

Dari luas lahan yang tersedia, baru seluas 104 Ha yang dikembangkan hingga saat ini, mengingat rendahnya minat WTB untuk direlokasi di huntap tersebut. Hal ini disebabkan lokasi Pombewe yang jauh dari Kota Palu.

Wapres pun kembali meminta Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) untuk mengatasi masalah tersebut.

“Agar WTB berminat, Huntap Pombewe agar didukung aksesibilitas melalui pembangunan jalan lingkar Kota Palu dan akses ke Pombewe,” imbaunya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri PUPR John Wempi menyatakan siap mendukung pembangunan smart village dan jalan lingkar kota tersebut.

“Kami siap untuk melaksanakan tugas ini,” ujarnya.

Tetkait smart village ia juga mengungkapkan telah dilakukan rehabilitasi irigasi di sekitar Pombawa.

Patut diketahui, sertifikasi lahan huntap melalui skema redistribusi tanah pada Huntap Pombewe juga telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2020 sebanyak 34 bidang dan pada tahun anggaran 2021 sebanyak 966 bidang.

Hadir pula dalam rapat tersebut, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Surya Tjandra, Plt. Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Information Masduki Baidlowi, serta Staf Khusus Wapres Bidang Penanggulangan Kemiskinan dan Otonomi Daerah Muhammad Imam Aziz.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas