TAK SELESAI - Tampak pembangunan drainase yang belum selesai. (Foto: channelsulawesi.id)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Palu memutus kontrak dua perusahaan yang menjadi mitra dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur tahun 2021.

Dua perusahaan itu dimaksud masing-masing melaksanakan pekerjaan pengaspalan jalan di Kelurahan Besusu Barat dan pembangunan sarana air bersih di Kelurahan Layana Kota Palu.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Palu, Singgih B Prasetyo menjelaskan, dua perusahaan dimaksud tidak mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan progres pekerjaannya pun masih sangat jauh dari waktu perencanaan.

“Mereka tidak mampu. Kita hanya meminta memfungsikan yang harusnya difungsikan dari pekerjaannya,” ungkap Singgih, belum lama ini.

Menurutnya, terhadap dua perusahaan yang telah diputuskan kontrak tersebut, maka kemungkinan besar juga akan mendapatkan catatan hitam (black list) sebagai mitra dimasa mendatang.

Selain memutus dua mitra, pihaknya juga menerapkan pemberian kesempatan terhadap seluruh pekerjaan infrastruktur yang mengalami keterlambatan penyelesaian pekerjaan namun dengan progres diatas 75persen.

Pemberian kesempatan ini juga dikenakan terhadap seluruh mitra pelaksana proyek pembangunan kantor lurah di Kota Palu.

“Yang lain diberikan kesempatan selama 50 hari dengan sanksi denda sesuai ketentuan yang ada,” jelasnya.

Pihaknya lanjut Singgih optimis pemberian kesempatan kerja yang diberikan tersebut bisa diselesaikan sesuai waktu. Mengingat umumnya progres pekerjaan yang telah diatas 75 persen.

“InsyaAllah yang diberikan kesempatan ini semuanya bisa selesai. Karena memang kendala yang dihadapi kemarin itu adalah kesediaan material besi,” pungkasnya. (TIM)

Ayo tulis komentar cerdas