Afdrian bersama keluarga. (Foto: Ist/ Dok. Pribadi)

Palu, Metrosulawesi.id – Afdrian (17), penyintas likuifaksi Kelurahan Balaroa kota Palu tengah diselimuti rasa bahagia. Gol pertamanya ke gawang Celebest Fc jadi penentu kemenangan sekaligus tropi juara Piala Soeratin Sulawesi Tengah (Sulteng) 2021 jatuh kepada Persipal U 17.

Pesepakbola muda kelahiran Palu 18 September 2004 itu, kini tinggal di Hunian Tetap (Huntap). Bencana pencarian tanah atau Likuifaksi membuat rumahnya di Kelurahan Balaroa ludes tak tersisa. Dari situ dia bertekad membantu perekonomian keluarga lewat profesinya mengolah si kulit bundar.

Karir anak dari pasangan Karlina dan Burman ini dimulai hanya dari liga antar kampung. Afdrian di tahun 2017 kemudian bergabung dengan klub Utata U-13 merumput di liga Topskor Sulteng. Lewat liga itu, Afdrian terpilih jadi pemain terbaik bersama sekitar 50 pesepak bola lainnya.

“Dari situ diseleksi lagi, dari 50 dipilih lagi 20 orang dan saya salah satunya yang terpilih ke Jakarta mewakili Sulteng di liga topskor 2017 namun gagal jadi juara,” ucap Afdrian kepada Metrosulawesi, Senin (03/01/2022).

Kegagalan itu tak membuat Afdrian putus asa. Dia terus mengasah kemampuannya bermain sepak bola. Di tahun berikutnya, dia kemudian berlatih bersama tim Aditama Bahari dan gabung bersama tim Sinar Baiya. Dia juga sempat ke Bali mewakili salah satu SMP di Palu untuk mengikuti kompetisi ‘Gala Siswa’.

“Tapi Kalah lagi saya bermain di sana, sudah, ya pulang lagi,” ucap Afdrian.

Kegagalan itu lagi-lagi memberi cambuk kepada pesepakbola yang mengidolakan pemain Perancis Antonie Griezman. Dia berulang kali mengikuti seleksi salah satunya liga Soeratin di tahun 2018. Dia sebenarnya lolos seleksi. Namun, bencana gempa, Likuifaksi dan Tsunami di Palu membuat kompetisi harus dihentikan.

“Jadi sudah mau berangkat sebenarnya ke Jakarta, tapi malah dapat bencana lagi,” keluh Afdrian.

Hari-hari usai bencana kemudian dihabiskan Afdrian bersama keluarga di tenda pengungsian. Hingga sampai pada akhirnya dia mendapat Huntap dari pemerintah di Kelurahan Balaroa di awal tahun 2020. Usai bencana, Afdrian nyatanya tidak berhenti bermain bola. Meski tidak intens, ia mengaku terus mengasah kemampuannya demi menjadi pesepakbola andal.

Ketekunannya itulah lantas membuatnya dipanggil untuk mengikuti seleksi di tim Persipal jelang mengikuti liga Soeratin U-17 tahun 2021. Dari ratusan pemain, Afdrian terpilih dan ditempatkan jadi pemain utama lini depan Persipal Muda di bawah asuhan pelatih Andil Andika .

Selama dua minggu berkompetisi, Afdrian bersama Persipal pun akhirnya sukses menjadi juara Liga Soeratin Rayon Sulteng 2021. Keputusan Andil menurunkanya sebagai penyerang terbukti tidak sia-sia. Meski Afdrian hanya mencetak satu gol selama kompetisi, itu sudah cukup jadi penentu gelar juara untuk Persipal muda di liga Soeratin.

Afdrian mengaku gelar pertama itu tak membuatnya berpuas begitu saja. Ia berharapagar mengikuti jejak Witan Sulaeman untuk membela timnas Garuda. Terlebih dari itu profesinya diharapkan mampu mengangkat perekonomian keluarga pasca dihantam bencana.

Selama di Persipal, Afdriansah mengaku sudah cukup membantu orang tuanya memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaji bulanannya di Persipal digunakan membantu ayahnya memenuhi kebutuhan keluarga yang hanya menjadi honorer di salah satu perguruan tinggi di Kota Palu.

Karlina ibu Afdriansyah sendiri turut senang anaknya bisa menseriusi apa yang diminati. Ia berharap kelak anaknya sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua.

“Ya semoga Adriansyah sukses selalu, kami orang tua selalu mendukung selagi itu hal yang positif dan membuatnya bahagia,” kata Karlina. (*)

Reporter: Adi Pranata

Ayo tulis komentar cerdas