MACET - Pascarehabilitasi, Jalan Tanjung Manimbaya malah tambah macet. (Foto: Metrosulawesi/ Muhammad Faiz Syafar)
  • Kondisi Jalan Tanjung Manimbaya Dikeluhkan Pedagang
  • Pembatas Terpasang, Trotoar Belum Ada

Palu, Metrosulawesi.id – Proyek rehabilitasi Jalan Kawasan Pasar Masomba bernilai kontrak cukup besar Rp. 7.162.046.800 (7 miliar 162 juta rupiah), Kelurahan Tatura Utara, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah dikeluhkan masyarakat, khususnya para pedagang pasar.

Keluhan itu dikarenakan luasan pengaspalan serta luas terotoar pascapengerjaan jalan yang justru menambah kemacetan kendaraan di Jalan Tanjung Manimbaya. Hal itu diungkapkan Agus Salim, Pedagang Pasar Masomba di Jalan Tanjung Manimbaya kepada Jurnalis Metrosulawesi, Kamis, 30 Desember 2021.

Usai diaspal laston (halus), Agus mengungkapkan justru Jalan Tanjung Manimbaya mengalami kemacetan setiap harinya.

“Karena perbaikan jalan ini ada (dibuat) pembatasnya selebar 5 cm di bibir kiri kanan jalan, tetapi pembatas ini justru dibikin masuk ke dalam badan jalan. Bukan keluar memakai ruang trotoar,” ungkap Agus di halaman tokonya.

Sehingga, kata dia,  saat pengendara atau pengunjung pasar memarkir kendaraannya misalnya mobil, otomatis menghambat kendaraan lain dari arah berlawanan.

“Dulu sebelum diaspal masih lebar sedikit. Jadi meskipun ada kemacetan tapi cepat terurai. Silakan tanya pedagang lainnya, mengeluh semua pasti, ” tambah Agus.

Tak hanya itu, proyek paket peningkatan jalan tersebut termasuk membuat trotoar dengan lebar 2 meter itu dianggap terlalu lebar. Tetapi anehnya, trotoar itu belum dibuat sepanjang Jalan tanjung Manimbaya padahal pembatasnya telah dipasang.

“Sudah tiga pekan lalu pekerjaan ini selesai (untuk di Jalan Tj. Manimbaya), tapi sampai sekarang trotoar ini tidak dikerja, hanya pembatasnya saja selebar 2 meter itu,” ujarnya.

Dia pun menyimpulkan, proyek itu patut diduga tidak sesuai bestek atau rencana pembuatan bangunan dengan segala perinciannya (gambar, biaya) yang berdampak rugi bagi penghasilannya ketika kemacetan terjadi.

Dia menyarankan bijaknya pembatas bibir jalan proyek ini tidak dibangun masuk ke dalam badan jalan. Menurutnya,  khusus kawasan pasar, tepatnya memakai trotoar maksimal hanya 1,5 meter.

“Saya tetap bersyukur kepada Pemkot Palu atas perbaikan Jalan Tanjung Manimbaya ini, tetaplah (berterima kasih). Tapi Pemkot Palu juga harusnya mengawasi proses pekerjaan rekanannya dari awal sampai tuntas, agar kejadian merugikan seperti ini tidak terjadi,” tegasnya.

Reporter: Muhammad Faiz Syafar
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas