Ketua Umum Koperasi RMP Indonesia Mandiri, Mahfud Masuara.(tengah), saat memimpin Pra RAT ke 7 di Koperasi RMP Kota Palu. (Foto: Dok. RMP Indonesia)
  • Pra RAT Koperasi RMP

Palu, Metrosulawesi.id – Pra Rapat Umum Anggota (RAT) kembali digelar Koperasi RMP Indonesia Mandiri, Selasa, 28 Desember 2021. Kali ini digelar Koperasi RMP Kota Palu dan merupakan pra RAT yang ke 7. Sebelumnya pra RAT telah digelar di koperasi RMP di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dan Donggala.

Pra RAT masih tersisa satu kali lagi sebelum digelar paripurna RAT Koperasi RMP Indonesia Mandiri tanggal 5 Januari 2022 mendatang.

Pra RAT di Kota Palu dihadiri langsung Ketua Umum Koperasi RMP Indonesia Mandiri, Mahfud Masuara, Sekretaris Umum, Ramli Maskota, Manejer Pertanian, Andi Sofyan Yotolembah, Ketua RMP Kota Palu, Bendahara Umum Mizani Ponulele, serta para anggota koperasi.

Ketua Umum Koperasi RMP Indonesia, Mahfud Masuara, mengatakan Koperasi RMP Indonesia Mandiri telah berdiri di 13 kabupaten dan kota di Sulteng. Tetapi tidak semua koperasi RMP dapat melaksanakan pra RAT karena anggota koperasi belum mencapai 25 orang.

“Anggota Ormas RMP Kota Palu sebanyak kurang lebih 6.000 orang, yang menjadi anggota koperasi 1.706 orang,” ucapnya.

Mahfud juga menekankan pentingnya disiplin waktu dalam melaksanakan aktivitas. Dia mencontohkan orang-orang sukses di Indonesia karena disiplin dalam hal manajemen waktu.

“Kalau mau maju memang harus sesuatu itu kita mulai dari waktu ke waktu. Kalau waktu saja susah kita atasi, pasti yang lainnya akan susah juga kita lakukan,” katanya.

Dirinya mengakui dalam waktu satu tahun belum banyak yang dilakukan koperasi, terutama berkaitan dengan kesejahteraan pengurus dan anggota. Beberapa program masih jalan di tempat, tetapi ada program yang sudah jalan, seperti kesehatan gratis, dan toko sembako murah.

Terkait program ke depan, Mahfud mengungkapkan pihaknya akan fokus pada penanaman jagung. Ada beberapa anggota koperasi yang memiliki lahan di Kelurahan Lambara akan disurvei untuk program tanaman jagung itu.

“Survei ini penting untuk mengetahui apakah lahan itu cocok untuk ditanami jagung atau tidak,” kata Mahfud.

“Kalau cocok, ayo, kita akan menggerakkan roda ekonomi tahun 2022 yang akan datang,” sambungnya.

Mahfud juga mengevaluasi program container box yang sudah dilaksanakan namun belum efektif.

“Ini perlu dievaluasi karena komitmen kita orientasi untuk pemberdayaan anggota koperasi,” jelasnya.

Di bagian lain, Mahfud mengatakan masih banyak terjadi mispersepsi bahwa masuk Koperasi RMP supaya mendapat pinjaman. Padahal Koperasi RMP Indonesia Mandiri bukan koperasi simpan pinjam atau KSP.

“Koperasi kita adalah koperasi produsen. Yang namanya produsen berarti bagaiman menghasilkan sesuatu,” kata Mahfud Masuara.

Koperasi RMP memiliki program pemberdayaan modal usaha (PMU) untuk anggota koperasi yang punya usaha dengan harapan usahanya bisa berkembang. Hanya saja dalam perkembangannya ada yang lancar mengembalikan modal ke koperasi ada yang macet.

“Karena itu ke depan perlu dilakukan sosialisasi dan pendidikan keorganisasian, agar benar-benar memahami tentang berkoperasi,” tutupnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas