Aksi Jatam Sulteng dan AEER di halaman Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (28/12). Aksi itu terkait penolakan pembuangan limbah tailing dari industri nikel baterai ke laut. (Foto: Admin Pimpinan)
  • Soal Penolakan Limbah Industri Baterai Dibuang ke Laut

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Provinsi Sulteng menerima petisi atau pernyataan sikap dari Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Sulawesi Tengah dan perkumpulan Aksi dan Ekologi Emansipasi Rakyat (AEER), saat melakukan aksi demo di halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa (28/12).

Petisi berisi penolakan Jatam dan AEER pembuangan limbah tailing dari industri nikel baterai ke laut Morowali. Selain itu mendesak pemerintah mengganti pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dengan energi terbarukan pada industri nikel baterai.

Petisi diserahkan peserta aksi kepada Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan, Setdaprov Sulteng, Adiman.

Adiman menyampaikan petisi itu akan diserahkan kepada Gubernur H Rusdy Mastura untuk menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Koordinator aksi Ashadi menyatakan komitmen iklim Presiden Tiongkok Xi Jinping bahwa RRT tidak lagi membangun PLTU baru di luar negeri serta mengupayakan dalam waktu dekat menggantikan PLTU yang telah beroperasi dengan energi terbarukan.

Selain itu lanjut Ashadi, lewat petisi diharapkan pemerintah tidak merekomendasikan pembuangan limbah tambang ke laut yang dapat membahayakan keanekaragaman hayati seperti rencana pembuangan limbah tailing ke laut Morowali.

Reporter: Syahril Hantono

Ayo tulis komentar cerdas